Penjambret Seorang Ibu di Plaju Ditembak Polisi

Tersangka saat diamankan petugas Sat Reskrim Polsek Plaju setelah melakukan aksi penjambretan. (foto-deni/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Meskipun pernah merasakan dinginya tembok penjara tidak membuat Angga Denis (26) jerah untuk kembali melakukan aksi kejahatan jalanan penjambretan.

Pemuda yang tinggal di Jalan Kapten Robani Kadir Lorong Pipa Kelurahan Talang Putri Kecamatan Plaju ini, kemarin kembali akan mendekam dibalik penjara setelah petugas membekuknya lantaran kembali melakukan penjambretan.

Tak hanya bakal mendekam disel tahanan, tersangka ini juga terpaksa harus dilumpuhkan dengan timah panas dikakinya lantaran mencoba melawan saat petugas berupaya menangkapnya.

Informasi dihimpun, tersangka Denis melakukan aksi jambret dikawasan Simpang Selamat Datang Kelurahan Talang Putri Kecamatan Plaju.

Meskipun sempat berupaya kabur, tersangka akhirnya berhasil diamankan aparat Sat Reskrim Polsek Plaju saat baru saja melakukan penjambretan.

Kapolsek Plaju, AKP Riska Aprianti didampingi Kanit Reskrim Ipda Jurius mengatakan, usai melakukan aksi jambret pelaku sempat berhasil kabur namun berhasil diamankan anggota yang langsung melakukan penyelidikan usai menerima laporan dari korban.

“Untuk barang bukti kita mengamankan 1/2 suku emas jenis gelang milik korban seharga Rp 1,7 juta. Tersangka merupakan resedivis jambret, dan juga pernah ditangkap diPolsek Plaju atas kasus Sajam,” terangnya.

Dijelaskan Kapolsek, saat melakukan aksinya pelaku terlebih dahulu sudah membuntuti korban yang sedang mengantar anaknya sekolah dilokasi kejadian.

Saat itu pelaku langsung menghadang dan mencoba mengambil kunci motor korban. Karena ada perlawanan dari korban, Sambung Rizka, pelaku langsung menarik gelang korban yang ada ditangan korban.

Baca Juga :   Rampas Samurai Saat Bentrok, Security PT Lonsum di Lahat Tewas Dibacok

“Tersangka akan dijerat dengan pasal 365 KHUP, dengan ancaman penjara selama 9 tahun,”jelasnya.

Sementara, Angga mengaku sudah tiga kali melakukan aksi tindak kriminal di kota Palembang, dengan kasus yang sama Jambret.

“Saya khilaf pak melakukan aksi jambret ini. Lantaran tak ada pekerjaan. Melihat korban yang sedang melintas mengunakan motor dan memakai gelang emas,” jelasnya.

Diakui pria yang pernah mendekam di Rutan pakjo Kayu Agung selama 1,5 tahun, jika berhasil rencananya emas tersebut akan dijualnya dan uang untuk jajan sehari-hari. “Karena saya tidak ada pekerjaan,” akunya. (den)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Korban Dugaan Penipuan Arisan Online Melapor ke Polda Sumsel

Palembang, KoranSN Tidak terima menjadi korban dugaan penipuan arisan online hingga mengalami kerugian Rp 15.500.000, …

error: Content is protected !!