Penyelundupan 50 Ton Solar Ilegal ke Bangka Digagalkan

Ketujuh tersangka dan barang bukti saat diamankan. (Foto-Dedy/KoranSN)

 

Palembang, KoranSN

Pihak kepolisian Direktorat Polair Polda Sumsel mengagagalkan penyelundupan 50 ton solar ilegal yang hendak dikirimkan ke Bangka. Solar ilegal ini diangkut oleh lima truk dengan menumpangi kapal feri dari Pelabuhan Tanjung Api-Api tujuan Tanjung Kalian Muntok Bangka.

Namun saat kapal yang ditumpangi oleh lima truk pengangkut solar ilegal berserta sopirnya tersebut melintasi perairan Sei Buing Tanjung Api-Api Banyuasin, pihak kepolisian Polair yang sebelumnya telah melakukan penyelidikan melakukan penyergapan. Hasilnya, kelima truk dan 7 orang tersangka yang membawa solar ilegal tersebut diamankan petugas.

Adapun tujuh tersangka yang diciduk dalam penyergapan di kapal feri yakni; Apriadi (33), warga Jakabaring Lorong Air Mancur Kelurahan Silaberanti Kecamatan SU I Palembang dan Herman (28), warga Dusun II Desa Sumber Hidup Kecamatan Pedamaran Timur OKI. Kedua tersangka ini merupakan pihak yang mengelolah dan mengurus pengiriman solar ilegal yang diangkut kelima truk.

Sementara untuk lima tersangka lainnya merupakan sopir truk pengangkut solar ilegal. Mereka yakni; Kusnadi (35), warga Dusun I Kelurahan Talang Ipuh Kecamatan Suak Tapeh Banyuasin, Dimas Regi Martdeni (22) warga Desa Sumber Hidup Pemaran Timur OKU, Didi Junaidi (43) warga Desa Tanjung Kukuh Kecamatan Semendai Barat OKU Timur, Edi Supriadi (43) warga Dusun IV Pemaran Timur OKI dan Deni Sastra (22) warga Dusun I Desa Talang Ipuh Banyuasin.

Direktur Polair Polda Sumsel, Kombes Pol Imam Thobroni, Kamis (29/11/2018) mengatakan, penyergapan lima truk pengakut solar ilegal dilakukan oleh pihaknya, Rabu lalu (21/11) pukul 17.30 WIB di dalam kapal feri yang saat itu sedang mengakut banyak penumpang.

Baca Juga :   Cegah Kriminalitas c3, Polres Rutin Gelar Razia

“Jadi selain mengakut penumpang, kapal feri ini juga mengangkut kendaraan lainnya termasuk lima truk tersebut. Penyergapan kami lakukan saat kapal tujuan Tanjung Api-Api-Tanjung Kalian Muntok Bangka ini melintasi perairan Sei Buing Tanjung Api-Api Banyuasin. Dalam penyergapan itu, kami menangkap tujuh tersangka, terdiri dari; dua tersangka yang berperan sebagai pengelola dan yang mengurus pengiriman solar ilegal, sedangkan lima tersangka lainnya merupakan sopir truk,” ungkapnya.

Masih dikatakan Imam, saat penyergapan dilakukan pihaknya tidak langsung membawa ketujuh tersangka dan barang bukti yang diamankan ke Mako Direktorat Polair Polda Sumsel. Hal ini mengingat, jika di dalam kapal tersebut juga terdapat banyak penumpang dari masyarakat umum.

“Untuk itulah usai penyergapan dan mengamankan para tersangka, kami menyuruh kapten kapal melanjutkan perjalanan menuju Tanjung Kalian Muntok Bangka. Setelah kapal itu tiba di Bangka, dan masyarakat yang menumpangi kapal turun, barulah kami meminta kapten kapal membawa kembali kelima truk dan para tersangkanya menuju Mako Polair Polda Sumsel,” ujarnya.

Lanjut Imron, sejauh ini pihaknya belum dapat memastikan apakah solar ilegal tersebut berasal dari kawasan Sungai Angit Muba yang dikelolah masyarakat. Sebab, dari pemeriksaan yang dilakukan diketahui jika solar ilegal tersebut memiliki kualitas baik dan siap dipasarkan.

“Solarnya terlihat sudah bersih dan telah dilakukan penyaringan. Jadi, belum diketahui apakah solar itu hasil pengelolahan masyarakat di Sungai Angit atau bukan, dan kami masih mendalaminya. Selain itu, kami juga masih menyelidiki siapa pemilik 50 ton solar ilegal yang diselundupkan ke Bangka ini. Sedangkan terkait sudah berapa kali penyelundupan solar ilegal tersebut dilakukan, dari keterangan para tersangka yang kami tangkap semuanya mengaku baru satu kali,” jelasnya.

Baca Juga :   KPK Jelaskan Konstruksi Perkara Hermansyah Hamidi Sebagai Tersangka

Lebih jauh dikatakannya, meskipun dalam kasus ini para tersangka telah mengaku baru satu kali melancarkan aksi penyelundupan tersebut, namun hal itu tidak membuat pihak kepolisian percaya. Apalagi di lima truk pengangkut solar ilegal yang diamankan, didapati tangki modifikasi di masing-masing bak truk.

“Untuk itu kami menduga para tersangka ini sudah sering menyelundupakan solar ilegal. Adapun lokasi para tersangka memasarkan solar ilegal tersebut diduga di kawasan Bangka dan Belitung, terutama di tempat-tempat industri yang ada di sana,” terangnya.

Menurut Imron, kini ketujuh tersangka dan barang bukti telah diamankan di Mako Direktorat Polair Polda Sumsel guna dilakukan proses hukum lebih lanjut dan juga untuk pengembangan kasusnya.

“Dalam kasus ini ketujuh tersangka dijerat Pasal 53 huruf b dan d UU RI No. 22 Tahun 2001 tentang Migas Jo Pasal 5 ayat (1) KUHP, atau Pasal 480 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana 4 tahun kurungan penjara dan denda Rp 40 miliar,” tegasnya. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

KPK Perpanjang Penahanan Juliari Batubara Selama 30 Hari

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan selama 30 hari untuk dua tersangka …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.