Penyelundupan 7 Ton Solar Illegal Digagalkan







Ilustrasi. (foto-net)

Palembang, KoranSN

Direktorat Polair Polda Sumsel bersama Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) berhasil mengungkap penyelundupan 7000 liter atau 7 ton solar illegal siap edar yang hendak di pasarkan di kawasan Banyuasin.

Dari pengungkapan kasus tersebut, polisi telah mengamankan dan menetapkan dua tersangaka yakni; M Aras (53), warga Jalan Indragiri Palembang yang diduga pemilik solar illegal dan tersangka Mat Aris (34), warga Banyuasin yang merupakan nahkoda kapal motor yang mengakut solar illegal tersebut.

Direktur Polair Polda Sumsel, Kombes Pol Robinson Siregar Minggu (23/7/2017) mengatakan, terungkapnya kasus ini berawal dari diamankannya kapal motor bermuatan 16 drum berisi solar illegal yang dikemudikan oleh tersangka Mat Aris saat petugas melakukan Operasi Nusantara di kawasan perairan Marga Telang Kabupaten Banyuasin.

Dari penangkapan tersebut lalu Direktorat Polair Polda Sumsel langsung melakukan pengembangan hingga diamankan M Aras, selain itu
pihaknya juga mengamankan 3 tedmon dan 5 drum berisi solar illegal di
kediaman tersangka Mat Aris di Desa Parit Gantung Kecamatan Muara Telang Kabupaten Banyuasin.

“Dari penangkapan tersebut adapun total barang bukti solar yang diamankan, sekitar 7000 liter. Usai mengamankan tersangka dan barang bukti, kita pun melakukan pemeriksaan, hasilnya diketahui jika semua solar illegal itu diperoleh pemilknya yakni, tersangka M Aras dari sesorang berinsial ‘US’ (DPO) seharga Rp 1 juta untuk setiap drumnya. Oleh tersangka, solar itu akan dijual ke Banyuasin dengan harga Rp 1,2 untuk setiap drummya,” paparnya.

Baca Juga :   Oknum Anggota TNI di Lahat Diduga Lecehkan Anak Dibawah Umur

Masih dikatakan Robinson, berdasarkan pemeriksaan juga diketahui jika solar illegal tersebut diperolah ‘US’ dari sumur-sumur tua atau pengeboran masyarakat yang ada di daerah Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

“Jadi solar itu hasil sulingan tradisional yang dipasarkan tanpa ada izinnya untuk itulah tersangka M Aras dan Mat Aris, keduanya dijerat dengan Pasal 52 Jo Pasal 53 huruf (b) dan (d) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 dan Pasal 480 KUHP. Sedangkan untuk ‘US’ saat ini masih dalam pengejaran anggota di lapangan,” pungkasnya. (ded)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Gakkum KLHK dan Bakamla Gagalkan Penyelundupan Kayu Ilegal

Makassar, KoranSN Tim Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Sulawesi bersinergi …

error: Content is protected !!