Penyelundupan Telur Satwa Lindung dari Banyuasin ke Medan Dibongkar Polisi









Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat menunjukkan hewan Ketam Tapak Kuda dalam gelar tersangka dan barang bukti di Mako Polair Polda Sumsel. (Foto-foto/Ferdinand/Koransn)

Palembang, KoranSN

Aparat kepolisian Direktorat Polair Polda Sumsel membongkar penyelundupan 115,5 Kg telur satwa lindung yakni, Ketam Tapak Kuda yang hendak diselundupkan dari kawasan Banyuasin ke Medan.

Terbongkarnya kasus ini hasil dari penyelidikan pihak kepolisian dimana awalnya polisi menangkap tersangka Amat Dani (49), warga Desa Sungsang IV Banyuasin dan tersangka Nawi (63), warga Desa Sungsang II Lorong Gelora Banyuasin, Rabu (13/12/2017) pukul 20.30 WIB di kawasan perairan Sei Sembilang Desa Sungsang IV Banyuasin.

Baca Juga :   Begal Sadis di PALI Tewas Didor Petugas

Dari penangkapan tersangka Amat Dani dan Nawi ini diamankan barang bukti; 15,5 Kg telur Ketam Tapak Kuda dan 59 ekor Ketam Tapak Kuda.

Kemudian polisi melakukan pemeriksaan kepada keduanya hingga, Kamis (14/12/2017) pukul 09.00 WIB ditangkap tersangka Muhamad Arif (31), warga Desa Sungsang II Lorong Salak Banyuasin di sebuah gudang yang disewanya di kawasan Desa Sungsang II Banyuasin. Muhamad Arif merupakan pembeli telur-telur Ketam Tapak Kuda yang dijualkan oleh tersangka Amat Dani dan Nawi.

Dari penangkapan tersangka Muhamad Arif ini, polisi mengamankan barang bukti 100 Kg telur Ketam Tapak Kuda yang siap diselundupkan tersangka ke Medan.

Baca Juga :   Usut Dugaan Korupsi Pasar Cinde Mangkrak, Kabid di Bapenda Palembang Juga Turut Diperiksa Kejati Sumsel

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Rabu (20/12/2017) mengatakan, ketiga tersangka ditangkap di tempat berbeda, awalnya polisi menangkap tersangka Amat Dani dan Nawi, setelah dikembangkan barulah ditangkap tersangka Muhamad Arif.

“Adapun total barang bukti yang diamankan dari ketiga tersangka yakni; 115,5 Kg telur Ketam Tapak Kuda. Selain itu, juga diamankan 59 ekor Ketam Tapak Kuda dari penangkapan tersangka Amat Dani dan Nawi, namun 55 ekor diantaranya kini telah kita lepaskan ke habitatnya di perairan Sembilang Banyuasin, sedangkan untuk 4 ekor lainnya dijadikan barang bukti karena hewan tersebut sudah mati,” ujar Kapolda saat gelar tersangka dan barang bukti di Mako Polair Polda Sumsel.











Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Penyidikan Baru, Kejari Akan Panggil Para Saksi Dugaan Korupsi PTSL 2019 di BPN Palembang

Palembang, KoranSN Kejari Palembang akan memanggil para saksi terkait penyidikan baru setelah dua terpidana dalam …

error: Content is protected !!