Penyidik Tipikor Polres OI OTT di Dinas PMD

Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten OI. (foto-herman/koransn.com)

Indralaya, KoranSN

Penyidik Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) Polres Ogan Ilir (OI), Rabu (1/11/2017) sekitar pukul 16.00 WIB melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) dugaan pungutan liar (Pungli) di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten OI.
OTT tersebut dilakukan terkait dugaan Pungli Alokasi Dana Desa (ADD) untuk pelatihan Bimtek perangkat desa seperti kepala desa (Kades).

Kapolres OI, AKBP Arief Rifai melalui Kasat Reskrim AKP Agus Sunandar didampingi Kanit Tipikor, Iptu Sondi Fraguna, Kamis (2/11/2017) mengatakan, dalam kasus OTT tersebut banyak Kades diduga menyetor uang ADD untuk pelatihan dan Bimtek perangkat desa yang dilakukan langsung oleh Kades. Padahal, penyetoran uang itu bisa melalui bank bahkan sudah ada rekeningnya.

“Dari hasil OTT tersebut, didapatkan sejumlah uang. Uang itu ditemukan dari laci meja kerja oknum petugas di Dinas PMD OI berinisial ‘YM’. Namun saat ini kita masih mendalami, apakah uang tersebut uang hasil setoran yang menyalahi aturan atau bukan,” ungkapnya.

Diakuinya, jika uang barang bukti yang disita tersebut berjumlah Rp 67 juta, tetapi saat penyidik menanyakan kepada ‘YM’, yang bersangkutan tidak dapat menjelaskannya. ‘YM’ malahan mengungkapkan jika uang tersebut, ada kelebihan sekitar Rp 3 juta.

“Saat ditanya kelebihan uang tersebut, ‘YM’ juga tidak bisa menjelaskan, makanya kita bawa ke Polres dulu,” ungkapnya.
Masih dikatakan AKP Agus Sunandar, jika hingga kini penyidik masih melakukan pendalaman terhadap OTT tersebut serta melakukan beberapa proses untuk gelar perkara.

“Saat ini kita kita baru mengarah ke satu tersangka yang berinisial ‘YM’. Tetapi, kita masih melakukan pendalaman untuk mengetahui pengenaan pasalnya, sehingga bisa mengetahui ditahan atau tidaknya,” ujarnya.

Baca Juga :   Polisi Bekuk Delapan Penyalahguna Narkoba di OKUT

Disingung siapa yang memberikan uang tersebut, apakah oknum Kades dan dari desa mana? Terkait hal itu Agus Sunandar tampaknya enggan memberikan jawaban.

“Kita masih mendalaminya, untuk mengetahui apakah ini termasuk alasan mereka hanya untuk pembayaran pelatihan saja. Yang jelas, OTT yang kita lakukan dengan mendatangi kantor PMD, terkait laporan-laporan dari luar yang informasinya diduga sering ada Pungli,” tandasnya.

Sementara pantauan Suara Nusantara, di Kantor Dinas PMD OI hingga Kamis kemarin (2/11/2017) terlihat langgeng, hanya ada beberapa orang yang bekerja dan tak satupun mau memberi komentar terkait OTT yang terjadi.

Namun dari keterangan salah satu staf di kantor tersebut jika Kepala Dinas PMD OI saat ini sedang ada tugas di luar. Saat ditelpon via ponselnya berkali-kali menunjukkan nada tidak aktif. (man)



Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Polda Metro Jaya Jadwalkan Kembali Pemanggilan Terhadap Firli Bahuri

Jakarta, KoranSN Polda Metro Jaya menjadwalkan kembali pemanggilan terhadap mantan Ketua Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi …

error: Content is protected !!