Penyiram Air Keras di Kertapati Divonis 46 Bulan





Terdakwa saat menjalani persidangan di PN Palembang. (foto-deni/koransn.com)

Palembang, KoranSN

M Ikbal (28), terdakwa kasus penganiayaan dengan menyiramkan air keras atau cuka parah terhadap seorang korban di Kertapati, Selasa (28/11) divonis pidana penjara selama 46 bulan oleh Ketua Majelis Hakim,  Kamaluddin SH MH, dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Palembang.  Dalam persidangan, terdakwa M Ikbal mengaku jika sebelum terjerat kasus penyiraman air keras, ia juga sebelumnya sempat dipenjara selama satu tahun dalam kasus pencurian uang.

“Ia, sebelumnya saya juga di hukum atas perkara pencurian selama setahun,” ujar Ikbal.

Mendengar ucapan terdakwa tersebut, Kamaluddin langsung menegaskan, kenapa kamu tidak jera atau sadar dengan kembali mengulangi perbuatan melawan pidana.

“Kenapa tidak kapok, kenapa kamu tidak jera. Saudara terdakwa, kamukan salah terlebih dulu karena meminta uang dengan korban dengan cara memaksa. Tak dikasih kamu lantas menyiramnya dengan cuka parah. Hukuman ini sekedar ilustrasi, biar nantinya kamu sadar,” tegurnya.

Baca Juga :   Terlibat Adu Kambing di Lais, Satu Orang Tewas Dilokasi

Saat disinggung ketua majelis, apakah terdakwa tahu akan akibat tindakan yang sudah diperbuat terdakwa, Ikbal mengangguk dan tidak membantah ucapan hakim.  “Ya saya tahu, akibatnya, apa yang saya lakukan ini bisa membunuh orang,” ujar terdakwa yang tinggal dikawasan Kertapati ini.

Berdasarkan fakta persidangan, keterangan saksi dan perbuatan terdakwa, terbukti melanggar Pasal 351 ayat (2) tentang penganiyaan mengakibatkan orang cacat dan tidak bisa disembuhkan lagi.

“Terdakwa juga pernah dihukum sebelumnya, dan menyatakan terdakwa melakukan tindak penganiayaan, maka menjatuhkan putusan pidana selama 3,10 tahun atau 46 bulan,” tegas hakim.

Untuk seorang residivis, ditegaskan Kamaluddin, jelas tidak ada keringanan. “Terdakwa punya hak untuk melakukan banding atau menerima putusan,” ungkapnya.

Terdakwa Ikbal sempat terdiam sejenak, lantas mengangguk pertanda menerima putusan.

Baca Juga :   Sejak Disusun Hingga Ditetapkan, Dana Hibah Sumsel Belum Ada Peruntukannya

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Habibi SH menuntut terdakwa Ikbal selama 4 tahun pidana penjara.

Penganiayaan yang dilakukan terdakwa terjadi karena terdakwa bermaksud meminta uang Rp 20 ribu kepada korban. Namun, korban tak memenuhi permintaan terdakwa hingga terjadi cekcok mulut. Terdakwa tersinggung lalu pulang, mengambil air keras dan disiramkannya mengenai lengan kanan dan punggung korban, namun untungnya korban langsung lari ke dalam sebuah bak masjid yang ada di Kertapati. (den)





Publisher : Imam Ndn

Lihat Juga

KPK Jelaskan Konstruksi Perkara Suap Hakim Agung dan Kawan-kawan

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan konstruksi perkara yang menjerat Hakim Agung pada Mahkamah …

error: Content is protected !!