Perajin Keluhkan Peredaran Gula Aren Oplosan









Salah seorang perajin gula aren di Desa Belitar Seberang, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong. (Foto-Antara)

Rejang Lebong, Bengkulu, KoranSN

Kalangan perajin gula aren di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, mengeluhkan peredaran gula aren yang diduga telah dioplos dengan gula pasir di wilayah itu.

“Masalahnya, saat ini beredar gula aren oplosan, gula aren yang dioplos dengan gula pasir sehingga harga jual gula aren yang asli merosot dan paling tinggi Rp15 ribu per kilogram,” kata Fendi (49) perajin gula aren yang ada di Kelurahan Talang Rimbo Lama, Kecamatan Curup Tengah, Selasa (15/2/2022).

Baca Juga :   KPI Suplai 60 % Energi di Sumbagsel

Sejak beredarnya gula oplosan ini, kata dia, merugikan para perajin gula aren yang sejak lama menekuni usaha tersebut. Produk gula aren asli kalah bersaing lantaran harganya lebih murah daripada gula aren yang asli.

“Bedanya, kalau gula aren yang asli, warnanya agak hitam dan teksturnya tidak keras. Kalau gula aren yang sudah dioplos dengan gula pasir, teksturnya keras dan tidak mudah pecah. Kalau dibuat cuka empek-empek, cepat basi dan asam,” terangnya. HALAMAN SELANJUTNYA>>

Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Gunakan Mobil Listrik, Dirut PLN Jajal SPKLU di Rest Area 628B Saradan, Pastikan Seluruh Sistem Layanan SPKLU Andal

Madiun, KoranSN Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo meninjau langsung kesiapan Stasiun Pengisian Kendaraan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!