Perampok Disertai Penyekapan Ditembak Petugas

DIAMANKAN – Tampak tersangka Rido (duduk) saat diamankan di Polresta Palembang. (foto-deni/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Pelarian Rido (26), salah satu tersangka perampokan disertai penyekapan di salah satu salon di Jalan Torpedo Kecamatan Kemuning pada awal tahun 2016 silam, Rabu (8/3/2017) berhasil dihentikan aparat Sat Reskrim unit Pidum Polresta Palembang.

Tersangka berhasil diringkus saat sedang menjalankan aktifitasnya sebagai kuli bangunan disebuah rumah dikawasan Jalan Kolonel H Burlian Palembang. Tak hanya itu, petugas terpaksa melumpuhkannya dengan dua butir timah panas yang disarangkan di kanan kakinya, lantaran melawan saat hendak ditangkap.

Dalam kondisi kaki terbalut perban, tersangka mengakui aksi perampokan disertai penyekapan yang dilakukannya bersama tiga rekannya tersebut. Menurutnya, saat kejadian ia hanya bertugas memantau lokasi sekitar dan yang mengesekusi serta menyekap korban pemilik salon adalah tiga rekannya yakni; Doni Seng, Jaka dan Acil, yang sebelumnya terlebih dulu dibekuk petugas Jatanras Polda Sumsel.

“Ketika peristiwa itu terjadi, saya hanya bertugas mengawasi saja Pak!, yang menguras uang, harta dan menyekap korban, tiga teman saya sudah ditangkap lebih dulu. Saya merampok karena terpaksa dan tergiur ajakan tiga rekan saya tersebut,” jelasnya.

Baca Juga :   Spesialis Bongkar Ruko di Prabumulih Ditangkap Polisi

Dilanjutkannya, selama buron satu tahun menjadi buruan aparat kepolisian, dirinya tak kabur kemana-mana, masih berputar-putar dikawasan Palembang. Untuk menghilangkan jejak, tersangka ini berpindah-pindah kontrakan yang ada disejumlah titik di Palembang.

“Kejadiannyo lah lamo, sudah setahun lalu. Aku ini kuli bangunan, jadi biar idak ditangkep polisi, aku pindah-pindah kontrakan. Aku dak kabur keman-mano, masih di Palembang inilah,” ujarnya.

Menurutnya, setelah berhasil merampok salon korban, ia dan rekan lalu membagi hasil kejahatan dimana dirinya mendapatkan bagian sebesar Rp 1,3 juta. “Uang tersebut sudah lam habis, karena saya bertugas hanya menunggu jadi saya mendapatkan bagian paling sedikit. Rekan saya yang lain dapat bagian berpariasi, ada yang Rp 3 juta dan ada yang Rp 3.5 juta Pak!, ungkapnya.

Baca Juga :   Alex Noerdin Kecewa, Tinjau Kerusakan Gelora Sriwijaya Jakabaring

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede melalui Kanit Pidum, AKP Robert P Sihombing mengatakan, tersangka sudah lama menjadi terget operasi atas aksi perampokan disertai penyekapan yang dilakukannya bersama sejumlah rekannya. Setelah berhasil terlacak keberadaannya, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan membekuk
tersangka saat sedang bekerja sebagai kuli bangunan. “Atas perbutannya tersangka kita kenakan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman hukuman minimal 7 tahun penjara,” singkatnya. (den)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Perpanjang Penahanan Tersangka Edhy Prabowo

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy …