Perampokan dan Pembunuhan Sadis Sofyan Driver Taksi Online Sudah Terencana

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Rabu (21/11/2018) mengungkapkan, empat pelaku perampokan dan pembunuhan sadis driver taksi online Sofyan (47), sudah merancanakan aksinya dengan baik.

Menurut Kapolda, pasalnya sebelum pelaku Akbar (DPO), Ridwan alias Rido (tertangkap), Acundra alias Acun dan Franata Ariwibowo alias Fran (menyerahkan diri) merampok dan membunuh Sofyan, para pelaku ini telah lima kali gagal melakukan aksi perampokan.

“Para pelaku ini sudah merancanakan aksi perampokan tersebut, sebab sebelumnya lima aksi perampokan yang dilakukan para pelaku sempat gagal,” kata nya.

Dijelaskan Kapolda, dari lima aksi perampokan yang gagal dilakukan para pelaku diantaranya; aksi perampokan yang dilakukan di rumah ayah pelaku Akbar di Lubuklinggau, perampokan sopir travel serta perampokan driver taksi online lainnya selain korban Sofyan.

“Setelah lima kali gagal, akhirnya para pelaku kembali mencoba merampok. Kali ini korban Sofyan yang menjadi korban para pelaku hingga korban dibunuh saat perampokan tersebut terjadi,” ungkapnya.

Lanjut Kapolda, dari keempat pelaku kini hanya pelaku Akbar yang belum tertangkap. Dari itulah saat ini anggota kepolisian Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel yang masih berada di lapangan masih terus memburu pelaku Akbar.

“Pelaku Akbar ini otaknya. Keberadaannya saat ini terdektesi masih di Sumsel, mudah-mudahan Akbar tidak menyerahkan diri biar dia dapat kami sikat beneran,” tandas Kapolda.

Diberitakan sebelumnya, Selasa (20/11/2018) pihak kepolisian Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel telah menggelar rekonstruksi kasus perampokan dan pembunuhan driver taksi online yakni korban Sofyan di Lapangan Tembak Mapolda Sumsel.

Baca Juga :   Para Saksi Terus Diperiksa Ungkap Dugaan Kasus Dana Hibah

Dalam rekonstruksi tersebut, sebanyak 18 adegan diperagakan oleh tersangka Acundra alias Acun (21), warga Dusun V Desa Kertasari Kecamatan Karang Dapo Muratara dan tersangka Franata Ariwibowo alias Fran (18), warga Dusun II Desa Kertasari Kecamatan Karang Dapo.

Sementara untuk tersangka Ridwan alias Rido (42) dan Akbar (DPO) peran keduanya digantikan oleh peran pengganti dari pihak kepolisian. Dalam rekonstruksi ini, Ridawan tidak dihadirkan karena masih menjalani perawatan medis atas luka tembak di kedua kakinya. Sedangkan untuk pelaku Akbar masih buron, karena belum tertangkap oleh pihak kepolisian.

Tampak dalam rekonstruksi tersebut, korban Sofyan tewas setelah dibunuh secara sadis oleh pelaku Akbar, Ridwan, Acun dan Fran yang merupakan penumpang korban yang sebelumnya naik dari kawasan Km 5 Palembang. Pembunuhan ini dilakukan para pelaku di dalam mobil milik korban, saat mobil tersebut tiba di lokasi tujuan, yakni di Simpang Bandara Palembang.

Dalam rekonstruksi tersebut tempak pembunuhan korban bermula saat tersangka Acun yang duduk di jok tengah mobil tepat di belakang korban mencekik leher Sofyan menggunakan tangan kanannya yang ditekukan, sementara pelaku Akbar, Ridwan dan Fran memegangi kedua tangan koban.

Setelah korban lemas dicekik oleh Acun, giliran tersangka Fran mencekik leher korban hingga korban pingsan. Kemudian para tersangka menarik korban dan meletakan tubuh korban di lantai mobil, tepatnya di dekat jok tengah mobil. Saat itulah pelaku Ridwan menginjak-injak kepala dan leher korban hingga korbanpun tewas.

Baca Juga :   Pria Paruh Baya di Lubuklinggau Jadi Pengedar Narkoba

Untuk diketahui, terungkapnya kasus ini setelah istri korban yakni Fitriani (32), didampingi keluarganya, Selasa lalu (30/10/2018) melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Sumsel lantaran Sofyan tak kunjung pulang ke rumah. Laporan tersebut diterima pihak kepolisian dengan bukti laporan Nomor: LPB/862/X/2018/SPKT Polda Sumsel.

Menindaklanjuti laporan korban kemudian Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara membentuk tim untuk menyelidiki kasus tersebut. Hasilnya, Minggu (11/11/2018) pukul 20.30 WIB salah satu pelaku yakni; Ridwan (42) berhasil ditangkap di kawasan Desa Sungai Lanang Kecamatan Rawas Ulu Muratara. Usai ditangkapnya Ridwan lalu polisi melakukan pemeriksaan kepada tersangka hingga akhirnya jenazah korban Sofyan ditemukan sudah dalam kondisi tidak untuh lagi.

Kemudian pada Kamis malam (15/11/2018), pelaku Fran dan Acun menyerahkan diri ke Polsek Karang Dapo Muratara. Selain itu dalam kasus ini, Polda Sumsel juga berhasil menemukan mobil jenis minibus warna hitam milik korban Sofyan. Mobil ini ditemukan, Jumat siang (16/11/2018) tergeletak di pinggir jalan di kawasan Kerinci Jambi tepatnya di perbatasan Padang Sumatera Barat. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Panggil Dua Saksi Untuk Tersangka Walikota Dumai

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil dua saksi dalam penyidikan kasus suap terkait pengurusan …