Peran Aktif Masyarakat Lebih Diutamakan Mencegah Begal

Tampak suasana lokasi setelah kejadian saat tim buser mendatangi TKP. (foto-anasrul/koransn.com)

MARAKNYA aksi pencurian sepeda motor dengan kekerasan di Bumi Serepat Serasan membuat sebagian masyarakat di Kabupaten yang baru berusia empat tahun tersebut merasa was-was, ketika bepergian dengan menggunakan kendaraan roda dua.

Bahkan, ada yang beranggapan aksi yang lebih dikenal dengan sebutan begal itu seperti tidak ada habisnya.

Tercatat dalam catatan Harian Umum Suara Nusantara selama tiga bulan terakhir, terjadi beberapa aksi begal mulai dari korban yang hanya mengalami kehilangan motor saja, mengalami penganiayaan, hingga sampai ada pula yang meregang nyawa, akibat tindakan pelaku yang memaksa untuk mengambil sepeda motor milik korbannya itu.

Kita mulai dari kejadian yang dialami oleh Dayin, sang guru silat asal Desa Benuang, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI. Dirinya terpaksa merelakan motor dan nyawanya setelah bertarung dengan dua orang pelaku dengan menggunakan senjata tajam yang terjadi di kawasan Ribu Gajah Desa Benuang. Kejadian tersebut terjadi ketika dirinya bersama istrinya hendak menyadap karet di kebunnya, Sabtu (5/8/2017) silam.

Selanjutnya dalam dokumentasi Harian Suara Nusantara, aksi begal dialami oleh Slamat, warga Talang Kecer Kelurahan Talang Ubi Selatan kecamatan Talang Ubi. Kejadian berlangsung ketika dirinya melintasi jalan alternatif Simpang Rasau – Simpang Raja, tepatnya di jalan Desa Jerambah Besi. Dari aksi yang terjadi pada Minggu (3/9/2017) yang lalu, membuat dirinya mengalami luka lebam akibat pukulan benda tumpul milik salah seorang dari dua pelaku yang menghadangnya dan terpaksa harus merelakan sepeda motor kesayangannya raib.

Tampak Yatmin yang menjadi korban begal mengalami luka yang serius. (Foto-Istimewa)

Setelah dua kejadian di wilayah hukum Talang Ubi tersebut, kita beralih ke Kecamatan Penukal. Dari sana, didapati Yatmin (51) yang menjadi korban begal ketika melewati Dusun Semawe Desa Spantan kecamatan Penukal. Pria yang kesehariannya berprofesi sebagai tukang kasur keliling itu selain kehilangan sepeda motornya, juga hampir meregang nyawa akibat kesadisan para pelaku begal. Kejadian berlangsung Sabtu (30/9/2017) lalu, sekira pukul 15.00 WIB.

Baca Juga :   Kasus Siti Fadilah Supari Harus Jadi Contoh Pejabat Aktif

Tidak hanya itu, pria paruh baya asal Jawa Tengah yang saat ini bermukim di Desa Belimbing Kecamatan Belimbing Kabupaten Muara Enim tersebut terpaksa dibawa ke RS Prabumulih akibat luka serius hampir disekujur tubuhnya.

Setelah itu, selang dua hari berikutnya aksi begal kembali terjadi. Kali ini, kawanan pegawai pemkab PALI yang menjadi korban dari aksi begal itu. Kejadian berlangsung pagi hari, sekitar pukul 07.30 WIB saat Amri (40), guru di lingkungan Kemenag Kabupaten PALI konvoi bersama keempat sepeda motor lainnya hendak mengikuti apel bulanan di kantor Bupati PALI, Senin (2/10/2017) pagi.

Mereka dihadang enam pelaku begal dengan bersenjatakan senjata api rakitan dan kayu di jalan Desa Jerambah Besi – Simpang Raja.

Namun, tak sedikitpun pula aparat kepolisian wilayah Kabupaten PALI berhasil meringkus para pelaku begal, seperti baru-baru ini yang dilakukan tim Buser Polsek Talang Ubi yang berhasil menangkap satu orang diduga pelaku begal yakni bernama Dirawantau alias Rantau (22), warga Dusun 1 Desa Suka Damai Kecamatan Talang Ubi.

Bahkan, sang pelaku terpaksa dihadiahi satu butir timah panas di kaki kirinya lantaran saat akan ditangkap petugas, tersangka mencoba melarikan diri, Kamis (5/10/2017) sekira pukul 12.30 wib. Diamankannya tersangka berdasarkan laporan korban Supartin (42), warga Dusun IV Desa Talang Akar Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI.

Baca Juga :   Pengurangan Penyelenggara Pemilu Bermuara Timbulkan Persoalan

Bahkan, dalam suatu kesempatan Kapolres Muara Enim dan PALI AKBP Leo Andi Gunawan, SIk MPP ketika diwawancarai SN (5/10/2017) lalu, berencana akan menambah 30 personel anggota kepolisian untuk empat polsek yang ada di Kabupaten PALI. Pihaknya juga berencana akan membangun pos polisi di daerah-daerah yang rawan terjadinya aksi begal di PALI.

Selain itu, dirinya juga meminta peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban secara bersama-sama. Karena menurutnya, keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi tanggung jawab bersama.

Sementara itu, dari lingkungan Pemkab PALI, Bupati PALI H. Heri Amalindo menginginkan masyarakat agar menghidupkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (siskamling) di setiap desa dan kelurahan yang ada di PALI. Hal itu, diyakininya mampu mencegah aksi tindakan kriminal yang bisa saja terjadi kepada siapa saja tanpa melihat status dan profesi sang korban.

Akan tetapi, menurut hemat penulis beberapa solusi tersebut sudah benar. Sehingga, pada realisasinya peran aktif masyarakat itu sendiri yang bisa mencegah terjadinya aksi begal. Selain itu, ditegaskan pula kepada seluruh masyarakat agar tidak pernah mau membeli sepeda motor bodong (tanpa ada surat menyurat). Karena, bisa saja itu hasil dari perbuatan begal.

Sehingga, kalau tidak ada pembeli atau penadahnya, maka tentu para pelaku bingung untuk menjualnya.

Kemudian langkah selanjutnya, selalu menghindari jalan yang rawan dengan aksi begal. Karena, kejahatan bisa terjadi bukan saja karena ada niat dari pelaku, melainkan ada kesempatan. Makanya dituntut kita dituntut untuk selalu waspada dalam setiap kondisi. (ans)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

COVID-19 Masih Memerlukan Perhatian yang Tinggi

  DI penghujung tahun 2020, permasalahan COVID-19 masih memerlukan perhatian yang tinggi, walaupun secara umum …