Percobaan Bunuh Diri, IRT Nyaris Loncat Dari Atas Jembatan Ampera

IRT yang hendak bunuh diri diatas Jembatan Ampera saat diamankan petugas. (Foto-Istimewa)

Palembang, KoranSN

Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) yang belum diketahui identitasnya, Rabu petang (21/2/2018) sekitar pukul 15.00 WIB nyaris mengakhiri hidup dengan loncat dari atas Jembatan Ampera.

Percobaan bunuh diri yang dilakukan IRT ini sontak membuat heboh dan menjadi tontonan warga yang saat kejadian tengah melintas diatas Jembatan Ampera.

Beruntung nyawa IRT yang berpikiran singkat ini dapat diselamatkan setelah aksi bunuh diri tersebut digagalkan oleh Satuan Sabhara Polresta Palembang yang kebetulan saat itu sedang melakukan patorli di Pos Pantau Jembatan Ampera.

Kabag Ops Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede saat dikonfirmasi Suara Nusantara prihal kejadian tersebut membenarkan adanya percobaan bunuh diri yang dilakukan seorang IRT.

Baca Juga :   Polda Sumsel Kembali Bidik Tersangka Baru OTT Disdik Sumsel

Menurut mantan Kasat Reskrim Polresta Palembang tersebut, aksi IRT tersebut bisa digagalkan setelah petugas Sat Shabara yang sedang berpatroli dilokasi melihat IRT itu dan mengamankannya.

“Setelah diamankan anggota kita, IRT yang saat kejadian sedang menggendong anaknya itu coba ditenangkan anggota kita, sehingga aksi percobaan bunuh diri yang nyaris terjadi itu urung kembali dilakukan IRT tersebut,” jelas Maruly saat dibincangi Suara Nusantara.

Diterangkan Maruly, ketika ibu itu hendak atau sudah menaiki pagar Jembatan Ampera untuk terjun ke bawah membuat warga yang melihat lantas berteriak dan melaporkannya ke ke Pos Pantau yang berada diatas Jembatan Ampera.

“Petugas yang sedang berjaga langsung mendekati IRT itu dan mengamankannya dari atas pagar Jembatan Ampera. Petugas kita pun memberikan pengarahan dan nasehat kepada IRT tersebut untuk tidak mengulangi aksi yang nyaris merenggut nyawa tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga :   Kasus Pembunuhan Jenazah Dicor di Sukarami, Polisi Cari Keberadaan Istri Bos Distro

Masih kata Kabag Ops, sebelum hendak loncat dari Ampera, ibu tersebut terlihat berjalan bersama dengan anak laki-lakinya, saat berada diatas Ampera ia terlihat kebingungan dan kemudian meninggalkan anaknya dipinggir atau diatas trotoar Jembatan Amprera, dan ibu itu langsung naik dan hendak terjun dari atas Ampera.

“Belum diketahui apa yang membuat IRT tersebut hendak mengahiri hidupnya, namun diduga karena permasalahan keluarga. Saat ini IRT itu sudah kita kembalikan kepihak keluarganya,” terangnya.

Diakui Maruly, saat kejadaian sempat terjadi kemacetan yang cukup panjang karena banyak warga yang ingin mengetahui apa yang terjadi. “Akan tetapi saat ini kemacetan sudah tidak terjadi lagi dan semua kembali normal seperti biasa,” tandasnya. (den)







Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Kejati Sumsel Ungkap Modus Dugaan Korupsi Batu Bara Rugikan Negara Rp 555 Miliar

Palembang, KoranSN Kejati Sumsel mengungkap modus operandi enam tersangka dugaan korupsi pengelolaan tambang, izin pertambangan …

error: Content is protected !!