Periksa Sperma Tindakan Pertama untuk Kasus Gangguan Kesuburan



Ilusrasi sperma. (Foto/Antara)

Jakarta, KoranSN

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia sekaligus spesialis kebidanan & kandungan konsultan fertilitas, endokrinologi & reproduksi, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, MPH, Sp.OG-KFER mengatakan, pemeriksaan sperma merupakan tindakan pertama yang perlu dilakukan sebelum pengecekan pada perempuan untuk kasus gangguan kesuburan.

“Sekitar 35 persen sebab gangguan kesuburan oleh faktor sperma. Oleh karena itu, yang pertama kali diperiksa sperma sebelum dilakukan pemeriksaan pada perempuan,” kata dia dalam webinar kesehatan mengenai kesuburan, Kamis (23/9/2021).

Baca Juga :   Wapres Buka Puasa Bersama WNI di Doha

Menurut Budi, jumlah sperma normalnya sekitar 15 juta per cc, dengan jumlah yang bergerak sebanyak 32 persen. Bila hasil menunjukkan tidak normal maka disarankan pemeriksaan ulang tiga bulan kemudian. HALAMAN SELANJUTNYA>>

Bagikan :

Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Bali Buka Kembali Digaungkan di Beijing

Beijing, KoranSN Pembukaan kembali pariwisata di Bali untuk wisatawan mancanegara digaungkan di Beijing, China. Duta …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.