Perlintasan Tanpa Palang Pintu Telan Korban, 1 Tewas, 2 Lurat, dan 6 Luring



Kondisi mobil toyota Avanza yang ringsek berat usai ditabrak kereta api jurusan Palembang-Lubuklinggau. (foto/Fahlevi)

Empat Lawang, KoranSN

Perlintasan tanpa palang pintu tepatnya di kawasan Kelurahan Kelumpang Jaya, Kecamatan Tebing Tinggi, Selasa (20/12/2016)  sekitar pukul 13.30 WIB, merenggut korban jiwa. Mobil jenis Avanza dengan nomor polisi BG 1719 TB hancur ditabrak kereta Api jurusan Palembang-Lubuklinggau, Akibatnya Asmi (65), warga Indra Laya, Kabupaten Ogan Ilir, tewas di tempat kejadian, sementara 6 orang luka ringan (Luring) 2 luka berat (Luber). Para koraban langsung dilarikan waraga ke RSUD Tebing Tinggi.

Infomasi yang dihimpun, sebelum kecelakaan, para korban usai melakukan seserahan atau lamaran pengantin di Desa Kota Gading, Kecamatan Tebing Tinggi, tapi naasnya setiba di lokasi kejadi, mobil yang ditumpangi 9 orang tersebut ditabrak kereta Api jurusan Palembang-Lubuklinggau.

Baca Juga :   Kopi Khas Lahat Tampil Dalam Kegiatan Hari Krida Pertanian di Ciamis

Salah seorang warga Kelumpang Jaya yang rumahnya tidak jahu dari lokasi kejadian, Alek (34) mengatakan, saat kejadian dirinya sedang berada di teras rumah, tiba-tiba terdengar suara dentuman meskipun tidak terlalu keras.

“Tiba-tiba ada suara dentuman, pas saya lihat mobil avanza putih sudah terpental dan masuk ke dalam semak-semak, dan saya bersama warga langsung menolong korban,” katanya.

Menurutnya, di tempat perlintasan tanpa palang pintu ini sudah sering terjadi kendaraan ditabrak kereta api, bahkan ia mengaku pernah ditabrak kereta api di perlintasan tersebut saat berkendara.

“Setahu saya sudah tiga kali terjadi kecelakaan disini, karena disini tidak ada palang pintu, bahkan mobil saya dulu itu pernah ditabrak kereta api diperlintasan ini tapi Alhamdulillah selamat,” pungkasnya

Baca Juga :   Setelah Kemalingan, Tiga Mahasiswa KKN di Empat Lawang Kesurupan

Terpisah, di RSUD Tebing Tinggi, salah seorang warga juga menjelaskan, para korban ini usai melakukan seserahan atau lamaran pengantin di Desa Kota Gading, Kecamatan Tebing Tinggi. Sebanyak tiga mobil dengan cara kompoi, sedangkan calon pengantin prianya tinggal di rumah calon pengantin perempuan di Desa Kota Gading.

“Mereka kan tigo mobil, habis lamaran di Kota Gading, mobil yang pertamo la lewat, nah mobil nomor duo ini yang ditombor, biasonyo sepor kan sore masuknyo, hari ini cepat, jam setengah empat lah masuk, nah kato wong mobil itu pas ditengah-tengah rel tu dak biso jalan,” jelasnya. (foy)



Publisher : Anton Wijaya

Lihat Juga

H Bobi Caleg Nasdem OKI Terpilih Kembali untuk Kali Kedua

Kayuagung, KoranSN Bisa bertahan menjadi legislator hingga dua periode tidaklah mudah, apalagi dengan dinamika politik …

error: Content is protected !!