Pertanda Palembang Darurat Narkoba

Kombes Pol Cahyo Budi Siswanto. (foto-dok/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Peristiwa penyiraman cuka parah yang dialami anggota Ditres Narkoba Polda Sumsel, Briptu Eryando Dwi Putra saat sedang melakukan penyelidikan untuk menangkap pengedar sabu di bawah Jembatan Ampera 7 Ulu merupakan pertanda jika Kota Palembang saat ini darurat narkoba. Demikian dikatakan Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Cahyo Budi Siswanto, Minggu (11/6/2017).

Diungkapkan Cahyo, kejadian tersebut terjadi, Jumat malam (9/6/2017) pukul 20.00 WIB saat Briptu Eryando Dwi Putra bersama tim melakukan penyelidikan untuk menangkap pengedar sabu. Namun saat anggota sedang berada di lokasi tiba-tiba datang enam pelaku yang langsung menyerang anggota, kemudian para pelaku menyiramkan cuka parah hingga mengenai Briptu Eryando Dwi Putra. Akibatnya korban menderita luka bakar di muka sebelah kanan, bahu sebelah kanan serta di bagian lengan korban.

“Kejadian ini bentuk perlawanan para jaringan pengedar narkoba yang ada di Palembang dan ini menandakan jika Palembang darurat dan rawan pengedaran narkoba. Untuk itulah Polda Sumsel tidak akan tinggal diam dan akan terus mengejar para pelakunya serta akan terus mengungkap kasus-kasus narkoba yang berada di wilayah Palembang,” ujarnya.

Baca Juga :   1 Tahun Buron, Pembunuh Kakak Ipar di Kertapati Dibekuk

Masih dikatakan Cahyo, dari enam pelaku penyiraman cuka parah kepada anggota kepolisian tersebut, satu pelakunya kini sudah tertangkap dan saat ini polisi masih terus mengejar pelaku lainnya.

“Satu pelaku sudah tertangkap, tapi masih pengembangan karena anggota masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku lainnya. Untuk itu kita himbau agar para pelaku segera menyerahkan diri. Sebab, jika saat ditangkap para pelaku tersebut melakukan perlawanan maka anggota di lapangan tidak akan segan memberikan tindak tegas dan terukur,” tegas Cahyo.

Lebih jauh dikatakan Cahyo, peredaran narkoba saat ini memang sudah sangat memprihatinkan, dimana para korbannya merupakan generasi muda. Dari itulah pihak kepolisian akan terus melakukan penegakkan hukum dengan mengungkap dan menangkap para pengedar, jaringan bahkan bandarnya.

“Apalagi, 75 persen kasus kejahatan terjadi dikarenakan para pelakunya kecanduan narkoba. Untuk itulah kami mengajak semua pihak untuk secara bersama-sama mewaspadai bahayanya narkoba, karena saat ini peredaran narkoba sudah masuk ke semua lini bahkan hingga ke plosok-plosok pedesaan,” tutupnya.

Baca Juga :   Kapolda Akui Terkendala Lengkapi Berkas Perkara OTT Disdik Sumsel

Sementara itu Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, AKBP Dr Yanuar mengungkapkan, anggota kepolisian Ditres Narkoba Polda Sumsel, Briptu Eryando Dwi Putra yang menjadi korban penyiraman cuka parah saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

“Korban menderita luka bakar akibat siraman air keras yakni cuka parah di bagian wajah sebelah kanan dan bahu kanannya. Kondisi korban sudah mulai membaik. Sedangkan untuk operasi, nanti kita lihat dari perkembangannya, meskipun sejauh ini saya menilai tidak perlu dilakukan operasi,” tandas Dr Yanuar. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Perpanjang Penahanan Tersangka Edhy Prabowo

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy …