Pertolongan Pertama Penderita Patah Tulang

Ilustrasi patah tulang. (Foto-Net)

Jakarta, KoranSN

Tak ada yang bisa menduga kapan bencana atau isiden kecelakaan hadir dalam hidup kita. Ketika melihat korban kecelakaan, secara naluriah siapapun akan berusaha untuk menolong. Namun siapa sangka jika niat baik itu justru bisa berubah jadi bencana karena minimnya pengetahuan kita akan manajemen bencana.

Salah satu satu cara yang tidak bisa sembarangan dilakukan adalah menolong korban patah tulang. dr Reinita Arlin Puspita dari program tayangan talkshow AYO HIDUP SEHAT tvOne membagikan cara memberikan pertolongan pertama kepada korban patah tulang.

Pertama yang harus dikenali adalah gejala patah tulang pada korban. Berikut ciri-cirinya:

Baca Juga :   RS Wangaya: Tetap Layani Pasien dengan Optimal Meski Over Kapasitas

1. Nyeri hebat yang bisa diperparah dengan sentuhan dan gerakan.

2. Bengkak atau timbul kebiruan pada area kulit. Ada perdarahan yang juga bisa terjadi pada kondisi patah tulang terbuka, atau bisa terlihat dari luar kulit yang sobek.

3. Perubahan struktur sendi juga bisa terjadi pada kasus patah tulang. Perhatikan apakah bentuk tangan-atau kaki ada yang berbeda dan cenderung bengkok.

Setelah memastikan kondisinya, kemudian yang dilakukan berikutnya adalah;

1. Yakinkan posisi penderita aman, boleh memindahkan penderita tapi hindari salah memindahkan karena bisa memperparah kondisi korban. Cara yang betul memindahkan pasien patah tulang adalah, memegang bagian leher dekat bahu, lalu pinggul atau pinggang, dan area lutut. Pastikan posisi pasien dalam keadaan lurus sejajar saat di pindahkan.

Baca Juga :   BPJS Kesehatan Perkuat Kerja Sama dengan KADIN

2. Jika terjadi perdarahan harus di tahan dengan handuk.

3. Hindari menekan area yang bengkak atau patah karena akan memperparah kondisi pasien.

4. Buat konstruksi bidai dengan dua kayu, atau buatlah balutan kain dengan bentuk seperti donat, untuk menghindari benturan dan kaki bergeser.

5. Hindari memberi pasien makan dan minum, untuk mempersiapkan tindakan operasi pada pasien patah tulang. (vivanews)







Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Dinkes: Satu Kelurahan di Mataram Bebas Kasus Stunting

Mataram, KoranSN Dinas Kesehatan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan satu kelurahan dari 50 …

error: Content is protected !!