Peserta HPN Nikmati Kelapa Muda di Pantai Padang



Pengurus PWI Sumsel dan PWI OKI menikmati kelapa muda sembari menanti sunset. (foto-ist)

Padang, KoranSN

Pantai Padang di pinggiran kota Padang sebagai salah satu tujuan wisata menarik di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Ribuan wartawan se Tanah Air sebagai peserta peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke-70, 5-10 Februari di Padang tak ketinggalan mendatangi pantai.

Ini terbukti di parkiran kendaraan di sepanjang jalan pinggir pantai. Ada berbagai macam plat nomor kendaraan yang parkir sepanjang jalan itu seperti BA dari Provinsi Sumbar sendiri, BM dari Provinsi Riau, BH Provinsi Jambi, BK Provinsi Sumatera Utara.

Plat BD Provinsi Bengkulu, bahkan ada plat T dari Karawang Jawa Barat dan juga terlihat plat BG dari Provinsi Sumatera Selatan. Bagi peserta HPN asal provinsi lain yang tidak membawa kendaraan, panitia menyiapkan puluhan Mobnas gratis. Peserta HPN menikmati wisata di saat Ishoma dan usai kegiatan setiap harinya.

Ribuan orang pengunjung pantai setiap harinya terlihat menyebar dengan berbagai aktivitas. Ada yang asyik menikmati deburan ombak dan pemandangan laut bersama rekan atau keluarga, ada yang menyantap aneka makanan dan minuman yang disajikan pedagang. Ada suguhan jagung bakar, es kelapa muda, aneka juice dan makanan lainnya.

Namun demikian, pengunjung terkonsentrasi di penghujung pantai sebelah Selatan. Alasannya, bagian ini berhadapan dengan Gunung Padang yang melegenda dengan kisah Siti Nurbaya-nya. Meski dinamai gunung, tapi objek wisata itu adalah sebuah bukit yang masih hijau dan di kakinya telah didiami warga.

Uda Anton sebagai peninjau delegasi PWI Sumsel saat mendampingi anggota PWI Sumsel kemarin siang mengatakan, untuk sampai ke gunung ini harus ke arah lebih selatan lagi melewati kota tua peninggalan penjajahan Belanda dan menyeberang di atas Jembatan Siti Nurbaya, di bawah jembatan ada pelabuhan kapal Sungai Batang Arau.

Baca Juga :   Optimalkan Pemberitaan, Kemenkumham Sumsel Susun Manajemen Pemberitaan dan Komunikasi Krisis

“Pelabuhan ini pada zaman dulu menjadi pusat perdagangan rempah yang ramai. Pada literatur sejarah Kota Padang, wilayah pelabuhan yang terletak di Jalan Batang Arau ini tercatat sebagai titik nolnya Kota Padang, atau titik awal tumbuhnya wilayah pemukiman yang sekarang menjadi Kota Padang,”ujarnya, Kamis (8/9/2018) sore.

Sedangkan Uda Kardinal selaku Pendamping LO PWI Sumsel menambahkan, selain di penghujung selatan pantai, pengunjung juga ramai pada Jalan Purus tepi pantai. Pada arah barat Pantai Padang yang telah masuk wilayah Pantai Purus ini, pengunjung menikmati lezatnya masakan-masakan khas Minangkabau.

“Lemak kak di sini, elok elok pemandangan pantai. Tapi lemak untuk urang luar Padang, kalau urang sini pastilah bosan. Mereka senanglah merantau,”ujar Doni Apriansyah selaku delegasi PWI OKI seraya meminum air kelapa muda di pinggir pantai yang ia beli murah, seharga hanya Rp 5.000/buah. (iso)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Kemenkumham Sumsel Lakukan Optimalisasi Sistem Pelaporan dan Pembaruan Legalitas PPNS

Jakarta, KoranSN Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan melalui Divisi Keimigrasian menunjukkan komitmen …

error: Content is protected !!