Petani Karet Ingin Jual Bebas dan Tidak Terikat

Pemilik kebun karet yang ada di Desa Maur Kecamatan Rupit baru saja selesai menimbang karet petani. (foto-sunardi/koransn.com)

Muratara, KoranSN

Rendahnya harga karet di pasaran disebabkan dugaan adanya permainan suplayer ke perusahaan yang dianggap merugikan petani, sehingga menimbulkan dampak yang jelas tidak menguntungkan. Hal itu merupakan keluhan dari sejumlah petani karet di wilayah Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara.

Seperti yang dikatakan Said Bonot (45) warga Maur Lama. Ia mengeluhkan harga karet yang tidak stabil dan tidak seimbang dengan harga barang.

“Kalau bisa harga karet ditingkatkan, pasarannyo jugo kalo biso biar bebas dan jangan terikat. Kalu pacak seluruh petani ini asal ada getah batas lima pikul (5 kwintal,red) kito nyarter mobil ke pabrik untuk jual dewek tanpa ado delivery order (DO) atau suplayer apoan tu,” harapnya saat ditemui, Rabu (5/7/2017).

Baca Juga :   Angin Kencang Tumbangkan Pohon, Tim TRC BPBD Muba Langsung Evakuasi TKP

Ia berharap, pemerintah dapat mencarikan solusi untuk menstabilkan kembali harga karet, seperti harganya dua bulan lalu yang mencapai Rp 13 ribu/Kg. “Sekarang harganya hanya Rp 6000 per kilogram,” keluhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Maur Lama Misbah mengaku tidak bisa mengambil tindakan untuk permasalahan itu, karena wewenangnya ada di dinas terkait, yakni dinas perdagangan.

“Cuman kito mengusahakan supaya masyarakat itu harus ado tindakan lain dalam pemantapan ekonomi, karno lahan kito Maur itu luas. Apo salahnyo lahan-lahan yang dibuka itu tanam jagung dulu untuk tumpang sari,” ujarnya.

Baca Juga :   Peduli Kesehatan, Pemkab Muba dan BPJS Kesehatan Launching UHC

Misbah mengatakan, dirinya sudah mensosialisasikan kepada masyarakat agar kreatif untuk membangun ekonomi dalam bentuk lain dan jangan terpaku pada kebun karet saja. “Kalo kito tarpaku pada kebun karet bae sampai anak cucu kita masih cak inilah posisi ekonomi kito,” katanya. (snd)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Gubernur Herman Deru Bikin OKUS Maju Pesat

OKUS, KoranSN Sejak dua tahun terakhir Bupati Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), H Popo Ali …