Pilkada Serentak di Sumsel: PDIP Pilih Kampanye Door to Door

Foto Dokumen: Ketua DPD PDIP Sumsel HM Giri Ramanda N Kiemas saat menyerahkan SK DPP PDIP ke Bupati PALI petahana Heri Amalindo. (Foto-SN/dok SN)

Palembang, KoranSN

DPD PDI Perjuangan Sumsel memiliki cara tersendiri memenangkan calon yang diusung pada pilkada serentak di tujuh kabupaten di Sumsel, 9 Desember mendatang. Partai berlambang Banteng Moncong Putih ini lebih memilih kampanye door to door mengerahkan kadernya mendatangi langsung rumah-rumah warga.

Sebagaimana diketahui, ada tujuh kabupaten yang akan menggelar pilkada serentak di Sumsel tahun ini, yakni Kabupaten Ogan Ilir, OKU, OKU Timur, OKU Selatan, Kabupaten PALI, Musi Rawas dan Kabupaten Musi Rawas Utara.

Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel HM Giri Ramanda N Kiemas mengatakan, saat ini PDIP sudah menyelesaikan 95 persen konsolidasi organisasi di Sumsel, artinya sudah hampir 100 persen terbentuk.

“Di Pilkada ini, kita bukan pengumpulan massa, tapi kader mendatangi massa dari rumah ke rumah. Kita memiliki kurang lebih 102.000 pengurus hingga tingkat desa se-Sumsel,” ungkap Wakil Ketua DPRD Sumsel ini, Senin (28/9).

Baca Juga :   Gubernur HD Ingatkan PHDI Tak Terkontaminasi Politik

Ia mengatakan, di pilkada tahun ini, dari tujuh kabupaten yang menggelar pilkada, PDIP memajukan kader sendiri di lima pilkada, yaitu Pilkada Muratara, PALI, Mura, OI, dan OKU Timur.

Perketat Protokol Kesehatan

Di sisi lain, dikatakan Giri, pelaksanaan pilkada yang bertepatan dengan pandemi Covid-19, mengharuskan dilakukannya pengetatan penerapan protokol kesehatan. Karena jika tidak penyebaran Covid-19 akan bertambah parah.

“Kalau untuk tunda atau tidak (pilkadanya), kita ikut pemerintah, tapi jikalau nanti dilanjutkan, yang pasti tetap mengedepankan protokol kesehatan, karena kalu tidak situasinya akan semakin parah,” kata Giri.

Menurutnya, perlu tindakan tegas, terutama bagi calon kepala daerah yang melanggar protokol kesehatan, sanksinya harus jelas dan tegas, misalkan jika ada paslon yang melanggar protokol kesehatan, akan kehilangan masa kampanye beberapa hari.

“Yang ditakutkan disini kan munculnya klaster baru, maka harus diberikan aturan yang keras dan tegas terkait protokol kesehatan ini. Sekarang belum ada sanksi, dan ini yang harus dipertegas, PKPU nya yang harus diatur,” pungkasnya.

Baca Juga :   Baru 15 Ribu Hektar Lahan Diasuransikan

Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Demokrat Sumsel Muhammad F Ridho mengatakan, sampai saat ini Demokrat mengikuti keputusan pemerintah.

“Pro kontra (penundaan pilkada) dalam situasi sekarang ini masih pembahasan, belum ada keputusan, kita tunggu, sepanjang keputusannya berlangsung kita ikut, kalau keputusan nantinya itu ditunda, ya kita menghargai,” pungkasnya. (awj)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

Feby Deru Pamerkan Koleksi Kriya Sriwijaya Kepada TP PKK se-Sumsel

Palembang, KoranSN Rapat konsuktasi (Rakon) PKK se-Sumsel yang berlangsung di Griya Agung, Jumat pagi (23/10/2020) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.