PKL Pasar Tebing Tinggi Membandel

Tampak PKL di Pasar Tebing Tinggi yang menggelar lapak hingga memasuki badan jalan. (foto-fahlevi/koransn.com)
MENGGELAR LAPAK – Tampak PKL di Pasar Tebing Tinggi yang menggelar lapak hingga memasuki badan jalan. (foto-fahlevi/koransn.com)

Empat Lawang, KoranSN

Meski sudah diingatkan sebelumnya oleh Polisi Pamong Praja (POl PP), Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Tebing Tinggi kembali berjualan hingga memakai badan jalan.

Pengamatan SN, Minggu (6/11/2016), para pedagang di Pasar Tebing Tinggi saat ini berjualan sudah terlalu masuk badan jalan. Bermacam alasan dilontarkan para pedagang yang menyebabkan mereka kembali berjualan ke badan jalan.

“Kalau yang satu masuk berjualan ke badan jalan, tentu kami ikut berjualan masuk ke badan jalan kembali,” ujar Eni, salah seorang pedagang di Pasar Tebing Tinggi.

Ia mengaku siap untuk mematuhi himbauan dari Pemkab Empat Lawang, namun ia meminta keadilan sesama pedagang.

“Kalau satu tidak boleh berjualan terlalu maju ke badan jalan, yang lain juga tidak boleh,” tukasnya.

Sementara itu Yansah, salah seorang warga Tebing Tinggi meminta pemerintah bertindak tegas atas kenakalan PKL di Pasar Tebing Tinggi. Pasalnya, keberadaan pedagang tersebut menjadi salahsatu penyebab terjadinya kemacetan.

“Tindak tegas saja agar mereka mematuhi himbauan yang diberi. Kalau sudah ada efek jera biasanya mereka baru takut,” ujarnya.

Baca Juga :   Limbahnya Kotori Sungai Sepang, PT LIP Berjanji Bangun Penampungan Limbah Baru

Ia juga berharap pemerintah memberikan lapak untuk PKL berjualan seperti di Puloo Emass. “Puloo Emass itu segera dimanfaatkan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pasar, Kebersihan Dan Keindahan Kota (DP3K) Kabupaten Empat Lawang Zainul mengatakan, pihaknya akan turun dan langsung menanyakan kepada semua pedagang, contohnya apabila pedagang itu memang berjualan di pasar Tebing Tinggi tentu saja pedagang di kanan kiri dan sekitarnya pasti kenal dan paham,  namun apabila memang tidak tahu sama sekali tentu akan dicoret.

“Di lokasi pasar Pulau Emass nanti kita sediakan 200 lapak pedagang, namun sifatnya masih sebatas pasar jangkrik (sementara), namun meskipun sementara sudah layak ditempati layaknya pasar tradisional,” ungkapnya.

Kendati demikian, kata Zainul, pendataan lapak inilah penentu untuk pendapatan asli daerah (PAD) melalui retribusi karcis sehingga jumlah target dari pasar bisa tercapai dan bisa dihitung. Mengenai lapak pedagang buah-buahan tentu saja didata ulang kembali,  bukan pedagang buah seluruh pedagang didata ulang.

Baca Juga :   Hati-Hati! Masih Banyak Hewan Kaki Empat Berkeliaran Bebas

“Dalam waktu dekat ini akan dibangun pasar jangkrik di kawasan Pulau Emass dimana lokasi tidak jauh dari jembatan Pulo Emas,” tambahnya.

Terpisah, Ketua DPRD Empat Lawang H David Hadrianto Aljufri meminta Dinas Pasar untuk menyiapkan lokasi lapak pedagang untuk pedagang kaki lima (PKL) sekaligus mendata pedagang sehingga para pedagang di Pasar Tebing  Tinggi bisa pindah ke kawasan Pulo Emass.

“Tahun ini pedagang yang berada di Pasar Tebing Tinggi harus pindah ke Pulo Emass sehingga kedepan nanti tidak ada kesan, kawasan tersebut langganan macet,” katanya. (foy)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Decky Canser

Avatar

Lihat Juga

Korban Kebakaran di Empat Lawang Dapat Bantuan

Empat Lawang, KoranSN Ketua DPRD Empat Lawang, Persi sekaligus mewakili Ketua DPD PAN Empat Lawang, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.