PLN: Teknologi “co-firing” Mampu Tekan 1,05 Juta Ton CO2 Emisi Karbon

Pegawai PLN tengah memeriksa biomassa dari cangkang sawit untuk bahan bakar pengganti batu bara di PLTU Sintang, Kalimantan Barat. (Foto-Antara)

Jakarta, KoranSN

PT PLN (Persero) mengklaim mampu mereduksi emisi hingga 1,05 juta ton CO2 dan memproduksi energi bersih 1,04 terawatt hour (TWh) selama 2023.

Hasil itu diperoleh melalui pemanfaatan biomassa dalam teknologi co-firing pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo lewat keterangannya di Jakarta, Rabu (3/1/2024), menjelaskan PLN terus mengembangkan teknologi dalam menjawab tantangan zaman.

Baca Juga :   Layanan Data Telkomsel Naik 42%

Dikembangkan sejak 2021, saat ini substitusi batu bara dengan biomassa tak hanya mampu mengurangi emisi karbon, namun juga menggerakkan ekonomi kerakyatan.

“Teknologi co-firing merupakan sebuah terobosan dalam transisi energi di Tanah Air, sebab dengan teknologi ini, banyak manfaat yang didapatkan, selain pengurangan emisi juga akan mengurangi penggunaan energi fosil,” kata Darmawan.HALAMAN SELANJUTNYA>>



Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Indonesia – Timor Leste Jalin Kerja Sama Pengembangan Koperasi dan UMKM

Jakarta, KoranSN Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah menjalin kerja sama bilateral dengan Timor Leste …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!