PM Muhyiddin Didesak Mundur Setelah Raja Tolak Usulan Status Darurat





Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Muhyiddin Yassin saat mengumumkan daftar nama-nama menteri Kabinet Perikatan Nasional di Kantor Perdana Menteri Putrajaya. (foto-antaranews)

Jakarta, KoranSN

Perdana Menteri Malaysia didesak mundur oleh sejumlah kelompok masyarakat setelah Raja Al Sultan Abdullah menolak penetapan status darurat yang diusulkan oleh pemerintah demi mengendalikan pandemi COVID-19.

PM Muhyiddin mengusulkan agar status darurat diberlakukan di Malaysia setelah adanya lonjakan kasus positif baru. Namun, kalangan oposisi beranggapan permintaan itu merupakan cara pemerintah membekukan parlemen dan menghindari upaya pihak lain yang ingin membuktikan seberapa kuat dukungan legislatif terhadap PM Muhyiddin.

Penolakan Raja Abdullah, bagi sejumlah pihak, semakin mengikis kekuasaan Muhyiddin, apalagi satu bulan sebelumnya, pemimpin kelompok oposisi, Anwar Ibrahim mengatakan ia telah didukung oleh mayoritas anggota parlemen, termasuk para pembelot dari koalisi partai penguasa.

Baca Juga :   Arab Saudi Imbau Warganya Tidak Bepergian ke Lebanon

Dukungan dari suara mayoritas memungkinkan Anwar menjabat sebagai perdana menteri dan membentuk pemerintahan baru.

Raja Abdullah, yang menolak permintaan Muhyiddin pada Minggu (25/10/2020), juga meminta para politisi untuk mengakhiri kegiatan yang membuat pemerintahan tak stabil. Menurut raja, pemerintah telah cukup baik menanggulangi pandemi. HALAMAN SELANJUTNYA >>

Bagikan :

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Korsel Lagi-lagi Catat Rekor Kasus dan Kematian COVID-19

Seoul, KoranSN Korea Selatan lagi-lagi mencatat rekor tertinggi kasus infeksi dan kematian akibat COVID-19 dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.