PM Muhyiddin Didesak Mundur Setelah Raja Tolak Usulan Status Darurat



Raja juga menekankan rancangan anggaran belanja dan pendapatan negara untuk tahun anggaran 2021 harus segera disahkan oleh parlemen sebelum 6 November 2020.

Sejumlah ketua partai di koalisi pendukung Muhyiddin bersama kalangan oposisi mengkritik penetapan status darurat yang diusulkan perdana menteri. Kelompok itu mendesak Muhyiddin mundur dari jabatannya setelah permintaannya ditolak oleh raja.

“Untungnya, Yang Mulia Raja tidak terpengaruh oleh permainan politik yang dapat menyeret negara ini ke masa yang kritis,” kata politisi senior partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), Ahmad Puad Zarkashi, lewat unggahannya di media sosial Facebook. UMNO merupakan salah satu partai utama yang bergabung dalam koalisi pendukung pemerintah.

Baca Juga :   China Peringatkan Negara Asia Untuk Waspada Terhadap Strategi AS

“Kesejahteraan rakyat lebih penting. Muhyiddin seharusnya mundur,” kata Ahmad Puan.

Seorang anggota parlemen dari kelompok oposisi, Wong Chen, mengatakan usulan “jahat” Muhyiddin telah ditolak dengan benar oleh raja. PM Muhyiddin harus mundur atau setidaknya memecat menteri yang mengusulkan penetapan status darurat, kata Chen.

Malaysia jatuh dalam krisis politik setelah Mahathir Mohamad tiba-tiba mundur dari kursi perdana menteri setelah koalisi partai pendukungnya bubar. Muhyiddin, yang sempat menjadi sekutu Mahathir, membelot dan membentuk koalisi baru bersama UMNO untuk mendapatkan kursi perdana menteri. HALAMAN SELANJUTNYA >>

Baca Juga :   Gempa di Alaska, Kondisi WNI Baik

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Mantan Presiden Ukraina Tiba di Kyiv untuk Hadapi Tuntutan Makar

Kiev, KoranSN Mantan presiden Ukraina Petro Poroshenko tiba di Ibu Kota Kiev pada Senin untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.