PNS di Banyuasin Diperiksa KPK, Kasus OTT Bupati Yan Anton

 Pelaksana Harian (Plh) Kepala Biro KPK Yuyuk Andriati
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Biro KPK Yuyuk Andriati

Palembang, KORANSN

Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Pengelolaan Pasar Banyuasin, Nailan dan PNS PU Bina Marga Banyuasin, Reza Irdiansyah, Rabu (19/10) diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjadi saksi Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian.

Selain memeriksa kedua PNS tersebut, dalam pemeriksaan yang dilakukan penyidik KPK di Gedung KPK Jakarta. Penyidik KPK juga memeriksa Wakil Direktur CV Orija, Asmuin dan tersangka ‘K’ (karyawan swasta).

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Biro KPK Yuyuk Andriati mengatakan, ada empat saksi yang dua diantaranya PNS di Banyuasin diperiksa penyidik KPK untuk diambil keterangannya menjadi saksi Yan Anton Ferdian yang taklain tersangka dalam perkara dugaan kasus suap proses perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan proyek pengadaan barang dan jasa di dinas pendidikan dan dinas-dinas lainnya di lingkungan Pemkab Banyuasin. Selain itu, penyidik KPK juga memeriksa ‘K’ (karyawan swasta) yang juga merupakan salah satu tersangka dalam dugaan kasus ini.

“Adapun empat saksi yang diperiksa untuk saksi tersangka Yan Anton Ferdian tersebut yakni; PNS Dinas Pengelolaan Pasar Banyuasin, Nailan dan PNS PU Bina Marga Banyuasin, Reza Irdiansyah. Sedangkan dua saksi lainnya yakni; Wakil Direktur CV Orija, Asmuin dan tersangka ‘K’ (karyawan swasta),” ungkap Yuyuk.

Diketahui satu hari sebelumnya, Selasa (18/10) KPK juga telah memeriksa tiga saksi. Mereka yakni; Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Banyuasin, Dr H Masagus M Hakim, Kepala Dinas (Kadis) PU Bina Marga Banyuasin, Ir Abi Hasan, dan Dirut PT Indra Tri, Ananda Syahrul Indrawan.

Baca Juga :   5 Pasang Cabup/Cawabup Banyuasin Dapat Nomor urut

Dari ketiga saksi tersebut, pemeriksaan Kadinkes Banyuasin, Dr H Masagus M Hakim dan Kadis PU Bina Marga Banyuasin, Ir Abi Hasan bukanlah pemeriksaan yang pertama. Sebeb sebelumnya, Selasa 4 Oktober 2016 lalu penyidik KPK telah memeriksa keduanya.

Menanggapi hal ini, Yuyuk Andriati mengungkapkan, jika untuk pemeriksaan Kadinkes Banyuasin dan Kadis PU Bina Marga Banyuasin merupakan pemeriksaan lanjutan, karena memang sebelumnya keduanya telah pernah diperiksa KPK menjadi saksi.

Diberitakan sebelumnya, untuk mengusut dugaan kasus ini Kamis 13 Oktober 2016, KPK juga telah memeriksa enam saksi. Keenam saksi tersebut yakni; Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Banyuasin Ria Apriani, Edwin Valentino (swasta), Ong Hang Ming (swasta), Winston Rio Humardhany (swasta), Andre Aldrian Mahira (swasta), dan tersangka ‘K’ (karyawan swasta).

Kemudian, Rabu 12 Oktober 2016, penyidik KPK juga telah memeriksa Staf Dinas Pendidikan Banyuasin, Wahyu Setya Budi, H Syaiful Bahkri, M Evansyah Putra (swasta), Yudi Widianto (swasta), dan Hj Maryam Senen (swasta). Lalu pada hari Selasa 4 Oktober 2016, penyidik KPK memeriksa Kadis PU Bina Marga Banyuasin, Ir Abi Hasan MP MT, Kepala Dinas Kesehatan Banyuasin Dr H Masagus M Hakim.

Kemudian di hari Rabu 5 Oktober 2016, KPK memeriksa Kepala Dinas (Kadis) PU Cipta Karya Banyuasin, Noor Yosept Zaath dan Kepala Seksi (Kasi) Perencanaan Program Dinas PU Cipta Karya Sumsel, Defriansyah.

Baca Juga :   Kadinkes Banyuasin dan Kadis PU Bina Marga Banyuasin Kembali Diperiksa KPK

Pemeriksaan para saksi tersebut merupakan pemeriksaan lanjutan dari 30 saksi yang sebelumnya telah diperiksa KPK di Polda Sumsel, yang diantaranya yakni; Wakil Bupati (Wabup) Banyuasin SA Supriyono, Sekda Pemkab Banyuasin Firmansyah, dan Kepala Bagian (Kabag) Humas Protokol Pemkab Banyuasin Robi Sandes.

Sekedar informasi, dugaan kasus ini terungkap setelah Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian, Minggu 4 September 2016 di rumah dinas Bupati Banyuasin. Dalam OTT tersebut, KPK juga mengamankan barang bukti uang Rp 299,8 juta dan uang Dolar Amerika senilai 11.200 USD.

Usai dilakukan OTT, KPK pun menetapkan Bupati Yan Anton Ferdian sebagai tersangka. Selain Yan Anton, dalam perkara ini KPK juga telah menetapkan lima tersangka lainnya, mereka yakni; ‘UU’ (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin), ‘STY’ (Kasi Pembangunan Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bidang Program dan Pembangunan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin), ‘RUS’ (Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin), ‘ZM’ (Direktur CV PP), serta ‘K’ (pihak swasta). (ded)

Publisher : Ferdin Ferdin

Avatar
Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

KPK Panggil General Manager Waskita Beton Kasus Subkontraktor Fiktif

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (10/8/2020)memanggil General Manager Akuntansi PT Waskita Beton Precast …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.