Pol PP Palembang Awasi Ketat Kawasan Publik

Benteng Kuot Besak (BKB), salahsatu area publik di Kota Palembang. (foto/net)

Palembang, KoranSN

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palembang terus meningkatkan pengawasan ketat khususnya di kawasan publik. Hal ini untuk mencegah terjadinya perbuatan asusila, khususnya di kalangan remaja ataupun pelajar.

Kepala Bidang (Kabid) Ops Penertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Palembang, HS Hendra mengatakan, pihaknya merasa kecolongan terkait adanya tindak asusila yang dilakukan oleh dua pelajar di Jembatan penyebrangan orang (JPO) di depan PTC Mall Palembang, beberapa waktu lalu yang menjadi viral di media sosial.

“Jangan main-main jika ada remaja kepergok sedang berbuat asusila. Karena akan kita tangkap dan kita serahkan ke kantor polisi, kita tidak akan melepaskan mereka jika orang tuanya tidak mau menjemput,” kata Hendra, saat dibincangi, Rabu (26/4/2017).

Baca Juga :   TBBM Kertapati Bantu Alat Kesehatan Warga Keramasan

Ia menuturkan, informasi yang didapat ternyata dua remaja tersebut bukan warga Palembang melainkan warga Lubuklinggau, namun perbuatannya telah membuat malu Kota Palembang.

“Maka dari itu, kami akan meningkatkan personil patroli untuk melakukan pengawasan ketat siang dan malam sebagai langkah antisipasi agar kejadian tersebut tidak terulang kembali,” ungkapnya.

Lanjut Hendra, tempat-tempat publik yang dinilai rawan sering terjadinya tindak asusila tetap akan dipantau petugas dalam melakukan patroli. Diantaranya kawasan Benteng Kuto Besak (BKB), Monpera, Taman Polda, Kambang Iwak dan area publik lainnya.

“Sementara ini yang kami pantau, memang banyak kalangan remaja yang diduga sering berkumpul dan berbuat asusila. Kami tegaskan jika tertangkap, akan kami proses dan tidak akan dilepaskan sebelum ada orangtua atau wali yang menjemput mereka,” ujarnya.

Baca Juga :   TNI Beri Bantuan Kepada Para Korban Kebakaran di 15 Ulu

Mengenai area BKB Palembang yang sering dikeluhkan warga sebagai pengunjung dengan keberadaan pengamen, Hendra menegaskan bahwa pengamen dilarang masuk area BKB. Terlebih lagi sering ada laporan warga, pengamen sering memaksa meminta uang kepada pengunjung.

“Sudah banyak pengamen yang kami tangkap, tapi masih saja ada pengamen yang bandel dan mengulang lagi. Maka itu petugas Satpol PP kita siagakan demi kenyaman warga,” tuturnya. (rgn)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

IPSI Palembang Gelar Kejurkot 12-14 Februari

Palembang, KoranSN Guna memajukan cabang olahraga Pencak Silat di Kota Palembang, Pengurus Cabang (PC) Ikatan …