Polda Limpahkan Oknum Anggota DPRD ke Kejati

Suasana pelimpahan ‘RA’ di Kejati Sumsel. (foto-Ditreskrimum Polda Sumsel)

Palembang, KoranSN

Penyidik Unit V Subdit I Ditreskrimum Polda Sumsel, Senin (22/1/2018) melimpahkan tersangka dugaan kasus pemalsuan Surat Pengakuan Hak (SPH) tanah ke Kejati Sumsel. Tersangka tersebut berinisial ‘RA’, yang merupakan oknum anggota DPRD Sumsel.

Kasubdit I Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Suwandi Prihantoro mengatakan, pelimpahan tersangka ‘RA’ ke Kejati Sumsel merupakan tahap dua setelah sebelumnya berkas perkara tersangka telah dinyatakan jaksa P21 (lengkap).

“Tersangka ‘RA’ merupakan oknum anggota DPRD Sumsel. Pagi tadi (kemarin), tersangka dan barang bukti sudah kami serahkan ke Kejati Sumsel. Dalam tahap dua ini kami hanya melimpahkan saja, kalau untuk penahanan di tahap dua itu merupakan wewenang jaksa,” ujarnya.

Masih dikatakannya, dalam dugaan kasus ini tersangka diduga memalsukan Surat Pengakuan Hak (SPH) tanah seluas kurang lebih 6 hektare di kawasan Banyuasin.

Baca Juga :   Bengkel Mobil di Residen A Rozak Diamuk Si Jago Merah, 4 Mobil & 1 Sepeda Motor Hangus Terbakar

“Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi, penyidik akhirnya mendapati barang bukti, hingga ‘RA’ beberapa waktu yang lalu telah kami tetapkan sebagai tersangka dalam dugaan kasus ini,” tandas Suwandi.

Terpisah, Asisten Pidana Umum Kejati Sumsel, Reda Mantofani membenarkan jika pihaknya telah menerima pelimpahan tersangka ‘RA’ dan barang bukti dari penyidik Polda Sumsel.

“Pelimpahan tersangka dugaan kasus pemalsuan surat pengakuan hak tanah berinisial ‘RA’ dari Polda Sumsel telah kami terima. Selanjutnya, sekitar 20 hari kedepan berkas perkara dan barang bukti akan kami limpahkan ke PN Palembang agar tersangka dengan segera disidangkan di pengadilan,” ujarnya.

Diungkapkannya, dalam dugaan kasus ini tersangka tidak dilakukan penahanan. Hal ini dilakukan karena selama masa penyelidikan di pihak kepolisian tersangka tidak ditahan oleh polisi.

Baca Juga :   Perampok Diterjang Timah Panas Polisi

“Jadi, tersangka hanya kami lakukan penahanan kota dan tersangka tidak boleh keluar dari Kota Palembang. Apabila melanggar, maka tersangka akan kami tahan dan kami tempatkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan),” ungkapnya.

Sementara kuasa hukum tersangka ‘RA’, Yusma Heri mengatakan, selama menjalani pemeriksaan di pihak kepolisian hingga pelimpahan di Kejati Sumsel, kliennya ‘RA’ selalu kooperatif dan memenuhi panggilan. Dari itulah status ‘RA’ hanya dijadikan tahanan kota.

“Dalam perkara ini, klien kami disangkakan melanggar Pasal 263 KUHP dan Pasal 266 KUHP tentang dugaan memalsukan surat. Tentunya, kami akan melakukan pembelaan terkait perkara ini. Bahkan untuk dugaan kasus ini kami juga sudah mengajukan gugatan perdata ke pengadilan,” tegasnya. (ded)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Sidang Dugaan Korupsi KONI Sumsel, Herman Deru Ngaku Lupa Soal Dana Hibah Rp 25 Miliar

Palembang, KoranSN Mantan Gubernur Sumsel Periode 2018-2023 Herman Deru, Senin (22/7/2024) mengaku lupa dan tidak …

error: Content is protected !!