Polda Selidiki Dugaan Penyulingan Minyak Ilegal PT Karimata Energi Perdana di Gandus







Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat diwawancarai wartawan. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Senin (17/9/2018) mengatakan, penyidik Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel saat ini mendalami penyelidikan pidana dugaan penyulingan minyak ilegal di PT Karimata Energi Perdana yang sebelumnya perusahaan tersebut telah dilakukan penggerebekan.

Menurut Kapolda, pendalaman dilakukan untuk membuktikan aktivitas dugaan pidana penyulingan minyak jenis solar di perusahaan yang terletak di Jalan Lettu Karim Kadir Kelurahan Gandus Kecamatan Gandus Palembang tersebut.

“Kalau sejauh ini pemilik perusahaan baru disangkakan Pasal 53 huruf (d) UU RI No. 22 tahun 2001. Ini dikarenakan perusahaan tersebut tidak memiliki izin usaha niaga Migas. Karena pasal ini ancaman hukumannya hanya 3 tahun penjara atau dibawah 5 tahun maka pemiliknya tidak dapat kami tahan.

Namun, agar hukuman pidananya menjadi tinggi maka kami mendalami dugaan pidana penyulingan minyak di perusahaan tersebut, sebab jika hal ini terbukti maka si pemilik perusahaan dapat dijerat hukuman yang cukup berat,” jelas Kapolda.

Masih dikatakan Kapolda, selain masih mendalami dugaan pidana penyulingan minyak di perusahaan tersebut. Dalam kasus ini dirinya juga telah memerintahkan penyidik untuk memproses pidana menghilangkan barang bukti terhadap pemilik perusahaan tersebut. Sebab saat penggebekan dilakukan, sebanyak 4 tedmond yang berada di lokasi hilang atau tidak ada lagi pada tempatnya.

“Jadi, untuk pidana menghilangkan barang bukti juga kami lakukan proses hukum,” katanya.

Menurut Kapolda, dari pemeriksaan saksi-saksi diketahui jika 4 tedmond yang hilang tersebut dipergunakan untuk tempat menampung minyak sebelum dimuat ke dalam kapal.

“Tedmond tersebut kemungkinan digunakan sebagai tempat filter, sebab minyak yang ada di lokasi kurang bagus atau tidak seperti minyak yang dibeli secara resmi. Meskpiun demikian, untuk mengetahui pastinya nanti kami akan meminta keterangan dari saksi ahli,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakan Kapolda, meskipun ke 4 tedmond tersebut hilang namun hal itu tidak menganggu proses penyelidikan. Sebab dari lokasi kejadian pihak kepolisian telah menyita sejumlah barang bukti diantaranya kapal muatan 10 ton solar ilegal.

Baca Juga :   Penyidikan Dugaan Korupsi Kredit Bank Sumsel Babel Berlanjut

Disinggung apakah saat ini pemilik PT Karimata Energi Perdana tersebut telah diperiksa oleh penyidik? Kapolda mengutarakan jika dirinya telah memerintahkan penyidik Ditrekrimsus Polda Sumsel melakukan pemeriksaan terhadap pemilik perusahaan tersebut.

“Sudah saya perintahkan penyidik untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap pemilik perusahaan tersebut. Akan tetapi, dalam proses penyelidikan kasus ini tentunya membutuhkan waktu. Sebab, namanya nangkap maling, ya gak gampang kan,” tutup Kapolda.

Diberitakan sebelumnya, pihak kepolisian Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel, Minggu (16/9/2018) menggerebek PT Karimata Energi Perdana yang berlokasi di Jalan Lettu Karim Kadir Kelurahan Gandus Kecamatan Gandus Palembang. Penggerebekan dilakukan karena perusahaan tersebut mengelolah bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dengan ilegal.

Dari lokasi penyergapan polisi mengamankan sebuah kapal yang sedang bersandar di belakang perusahaan tersebut yang memuat 10 ton solar ilegal. Selain itu polisi juga mengamankan Heriyanto selaku Karyawan PT Karimata Energi Perdana Bagian Operasional, serta lima ABK (Anak Buah Kapal) yang memuat solar. Adapun kelima ABK kapal tersebut yakni; Roni Saluyo, P. Ari Widiyakro, Muhammad Agus Salim, Taufiq Qurahman dan Rudi Hermawan.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, penggerebekan dilakukan setelah pihaknya mendapatkan informasi dari Komite Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas RI yang menemukan perusahaan pengelolaan bahan bakar minyak di pinggiran Sungai Musi Kecamatan Gandus, yakni PT Karimata Energi Perdana yang mengelolah solar ilegal. Setiba di lokasi, polisi langsung menyergap dan melakukan pemeriksaan.

“Berdasarkan pemeriksaan di TKP ditemukan satu mobil tangki, selang dan kapal yang memuat BBM jenis solar sebanyak 10 ton. Selain itu di lokasi kami juga mengamankan enam orang, mereka yakni; seorang Karyawan PT Karimata Energi Perdana dan lima ABK kapal. Semua orang tersebut selanjutnya dibawa ke Polda Sumsel untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tegas Kapolda saat mengecek langsung lokasi penggerebekan.

Diungkapkan Kapolda, saat penggerebekan dilakukan pemilik PT Karimata Energi Perdana tidak ada di lokasi. Untuk itu dirinya menghimbau agar pemilik perusahaan tersebut segera hadir ke Polda Sumsel untuk dilakukan pemeriksaan.

Baca Juga :   Sedang Asyik Main Judi, Lima Warga Ditangkap Polisi

“Nama pemilik perusahaan ini yakni Jonathan King. Kita himbau yang bersangkutan segera datang ke Polda guna menjalani pemeriksaan. Sebab saat ini perusahaanya sudah kami lakukan pengerebekan, selain itu kami juga telah memasang garis polisi di kapal milik perusahaan tersebut dan mengamankan para pegawainya. Jadi, untuk pemiliknya jangan melarikan diri, kami minta segera datang memberikan keterangan ke penyidik,” ungkapnya.

Masih dikatakan Kapolda, dari pemeriksaan yang dilakukan diketahui jika PT Karimata Energi Perdana ini tidak memiliki izin pengelolaan dan izin niaga Migas hingga pemilik perusahaan terancam dipidana Migas.

Bukan hanya itu, lanjut Kapolda, dalam kasus ini pemilik PT Karimata Energi Perdana juga diancam pidana menghilangkan barang bukti. Hal ini dikarenakan saat pihak kepolisian melakukan penggerebekan usai mendapatkan informasi dari Komite BPH Migas RI, empat tedmond yang berada di lokasi sudah tidak ada lagi pada tempatnya.

“Awalnya Tim Komite BPH Migas RI yang lebih dulu mendatangi lokasi lalu mengambil foto keempat tedmond yang ada di dekat mobil tangki di perusahaan tersebut. Namun saat polisi tiba di lokasi, ternyata keempat tedmond tersebut sudah tidak ada lagi. Dari itulah pemilik perusahaan yakni Jonathan, selain terancam undang-undang Migas juga terancam pidana menghilangkan barang bukti,” tandas Kapolda.

Sementara Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel, Kombes Pol M Zulkarnain menambahkan, saat Tim Komite BPH Migas RI datang ke PT Karimata Energi Perdana, ketika itu tim mengambil sejumlah foto suasana perusahaan, termasuk empat tedmond yang ada di lokasi.

“Kemudian foto-foto itu dikirimkan melalui handphone ke kami selaku penyidik. Setelah itu pihak BPH Migas meninggalkan lokasi untuk berkoordinasi dengan polisi, hingga akhirnya kami lakukan penggerebekan. Namun saat penyergapan kami lakukan, ternyata empat tedmon tersebut tidak ada lagi di tampatnya atau sudah hilang,” pungkasnya. (ded)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Gakkum KLHK dan Bakamla Gagalkan Penyelundupan Kayu Ilegal

Makassar, KoranSN Tim Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Sulawesi bersinergi …

error: Content is protected !!