Polda Sumsel Ringkus Penjual Satwa Dilindungi Via Online

Dua ekor Anak Buaya Muara (Crocodylus Porosus) yang diamankan dari tangan tersangka. Insert : Dua ekor Anak Kucing Hutan (Felis Bengalensis) yang diamankan dari tangan tersangka. (Foto-Dedy/Koransn.com)
Dua ekor Anak Buaya Muara (Crocodylus Porosus) yang diamankan dari tangan tersangka. Insert : Dua ekor Anak Kucing Hutan (Felis Bengalensis) yang diamankan dari tangan tersangka. (Foto-Dedy/Koransn.com)

 

DIAMANKAN- Tersangka Karman alias Ardi (kanan mengenakan kaos tahanan) saat diperiksa penyidik di Polda Sumsel.
DIAMANKAN– Tersangka Karman alias Ardi (kanan mengenakan kaos tahanan) saat diperiksa penyidik di Polda Sumsel.

Palembang, KoranSN

Aparat kepolisian Unit IV Subdit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Ditreskrimsus Polda Sumsel, Rabu (28/9/2016) meringkus Karman alias Ardi (26), yang merupakan penjual satwa dilindungi jenis Hewan Kucing Hutan (Felis Bengalensis) dan Buaya Muara (Crocodylus Porosus) melalui via online.

Tersangka yang tercatat sebagai warga 13 Ilir Palembang ini ditangkap di kawasan Pasar 16 Ilir, setelah pihak kepolisian melakukan penyelidikan dan penyamaran (undecover).

Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel AKBP Tulus Sinaga, Kamis (29/9/2016) mengatakan, tersangka ditangkap karena telah menjual satwa dilindungi dengan cara menawarkan satwa yang dijual melalui media sosial dan pesan BBM.

“Ditangkapnya tersangka setelah kita berkoordinasi dengan BKSDA Sumsel, kemudian kita melakukan penyelidikan hingga akhirnya tersangka berhasil ditangkap setelah kita lakukan undecover. Dari tangan tersangka, kita mengamankan barang bukti; dua ekor Anak Kucing Hutan dan dua ekor Anak Buaya Muara yang merupakan satwa dilindungi,” kata Tulus.

Baca Juga :   Sekda Banyuasin Kembali Diperiksa KPK

Masih dikatakan Tulus, untuk mempertangungjawabkan perbuatannya maka tersangka dijerat dengan Pasal 40 ayat (2) Undang-Undang RI No 5 Tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem yang ancaman hukuman pidananya 5 tahun penjara.

“Dengan tertangkapnya tersangka, kita menghimbau kepada masyarakat agar tidak menjual satwa-satwa dilindungi. Selain itu masyarakat juga dilarang menyimpan dan menguasai semua jenis satwa lindung tanpa izin resmi penakaran dan memiliki sertifikat. Sebab, jika kedapatan tentunya akan dilakukan penegakan hukum,” tegas Tulus.

Sementara tersangka Karman alias Ardi mengaku baru satu kali ini, dirinya menjual Anak Kucing Hutan dan Anak Buaya Muara tersebut.

Hal itu dilakukannya karena dirinya mengaku tak mengetahui jika menjual hewan-hewan tersebut merupakan pelangaran hukum.

“Saya tidak tahu kalau menjual hewan tersebut tidak boleh. Hewan-hewan itu saya dapatkan dengan membelinya di Pasar Burung di kawasan 16 Ilir tapi saya tak mengenal siapa penjualnya.
Untuk setiap satu ekor hewan saya beli dengan harga Rp 200 ribu dan rencananya akan saya jual dengan harga Rp 250 ribu per ekornya,” ungkapnya.

Baca Juga :   Kakek Renta 9 Kali Setubuhi Menantu

Dilanjutkannya, saat akan menjual hewan-hewan tersebut dilakukannya dengan mencari calon pembeli dengan cara menawarkan satwa lindung melalui pesan BBM.

“Hanya via BBM (BlackBerry Messenger) saya menawarkan hewan-hewan itu dan ini pertama kalinya. Karena sebelumnya selama satu bulan saya hanya ikut menemani teman saya Budi untuk menjual Kucing Hutan. Ketika itu, saya diupah Budi Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu untuk setiap hewan yang terjual,” tandasnya. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Decky Canser

Avatar

Lihat Juga

Konstruksi Perkara Staf Khusus dan Sespri Edhy Prabowo

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan konstruksi perkara Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.