Polda Sumsel Terus Dalami Dugaan Pungli Sertifikasi Guru

Kombes Pol Achmad Nurda Alamsyah.3. (foto-dok/dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Ketua Satgas Sapu Bersih (Saber) Pungutan Liar (Pungli) Sumsel yang juga menjabat sebagai Irwasda Polda Sumsel, Kombes Pol Drs Achmad Nurda Alamsyah, Minggu (30/7) mengatakan, penyidik hingga kini masih terus mendalami penyidikan dugaan Pungli sertifikasi guru di Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel.

Dikatakan Alamsyah, pendalaman penyidikan dilakukan penyidik Polda Sumsel dengan melakukan pemeriksaan terhadap empat tersangka yang sebelumnya telah ditetapkan oleh Polda Sumsel, yakni; Kabid PTK Disdik Sumsel, ‘SE’ , Kasi PTK SMA Disdik Sumsel ‘K’, Staf PTK SMA Disdik Sumsel, ‘A’ serta ‘W’ yang juga merupakan staf di Disdik Sumsel.

“Periksa para tersangka ini terus dilakukan untuk mendalami, tujuannya untuk ungkap dugaan tersangka lainnya. Sedangkan untuk pemeriksaan saksi-saksi, sejauh ini sudah cukup. Sebab kita menilai barang buktinya sudah cukup, tinggal perlu meguatkan pidananya saja,” tegasnya saat ditemui di Mapolda Sumsel.

Menurut Alamsyah, dengan adanya tindakan hukum Operasi Tangkap Tangan (OTT) Pungli tersebut diharapkan kedepannya di Sumsel tidak ada lagi Pungli. Karena Satgas Pungli Sumsel tetap terus ada melakukan pengawasan serta melakukan penegakan hukum berdasarkan laporan dari masyarat.

Baca Juga :   Butuh Uang Beli Miras, Vergiawan Nekat Curi Motor

“Kalau masih ada temuan Pungli di instansi pemerintahan lainnya di Sumsel, itu namanya oknum Aparat Sipil Negara (ASN) yang nggak ada otak. Sudah jelas-jelas kita kerap melakukan OTT Pungli masih nggak takut dan masih melakukan Pungli maka ASN itu jelas kelewatan. Kita melakukan OTT Pungli ini kan guna pembelajaran bagi ASN lainnya, supaya tidak melakukan Pungli,” ungkapnya.

Lebih jauh dikatakan Alamsyah, bahkan dalam waktu dekat ini dirinya selaku Ketua Satgas Saber Pungli Sumsel bersama Ketua Satgas lainnya se-Indonesia akan menggelar rapat koordinasi bersama Menko Polhukam RI.

“Jadi, Satgas Pungli ini tidak akan ada matinya. Seperti selama sembilan bulan Satgas Pungli dibentuk, untuk di wilayah Sumsel kita telah mengungkap 54 kasus dengan 60 tersangka. Dari semua kasus tersebut, kebanyakan kasus pemalak yang dilakukan tersangkannya kepada para sopir truk di kawasan Prabumulih dan daerah lainnya di Sumsel. Sedangkan untuk Pungli di instansi juga kita lakukan, seperti OTT oknum pegawai BPN Palembang yang dilakukan Polresta Palembang belum lama ini, OTT di Disdik Sumsel dan OTT di Disdukcapil Lahat dan kita harap ini jadi pembejaran,” terangnya.

Baca Juga :   Rem Blong, Truk Kontainer Seret Mobil Minibus Sejauh 7 Meter

Masih dikatakan Alamsyah, dalam dugaan kasus Pungli tersebut untuk para tersangkanya akan diterapkan pasal berbeda. Sebab, kalau untuk tersangka Pungli pemalak sopir truk hanya dijerat dengan Pasal Tindak Pidana Ringan (Tipiring).

“Namun, kalau kasus OTT di instansi pemerintahan, untuk oknum ASN yang ditetapkan sebagai tersangka dikenakan pasal korupsi tentang gratifikasi serta pelanggaran Pasal 4 serta Pasal 5 Peraturan Pemerintah,” tandasnya. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Panggil Dua Saksi Kasus Suap Pengadaan Bansos di Jabodetabek

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (19/1) memanggil dua saksi dalam penyidikan kasus suap …