Polisi Penembak Mobil Sekeluarga di Lubuk Linggau Belum Ditahan

KETERANGAN – Kapolda Sumsel, Irjend Pol Agung Budi Maryoto memberikan keterangan pers terkait kasus penembakan mobil satu keluarga di Lubuk Linggau yang mengakibatkan korban Surini tewas tertembak. (Foto-Dedy/Koransn)

Palembang, koranSN

Kapolda Sumsel Irjen Pol Budi Agung Maryoto, Jumat (21/4/2017) mengatakan, Brigadir ‘K’ anggota Sabhara Polres Lubuk Linggau yang menembak mobil satu keluarga di Lubuk Linggau belum dilakukan penahanan.

Menurut Kapolda, meskipun belum ditahan namun BrigadIr ‘K’ telah diamankan di Mapolda Sumsel untuk dilakukan pemeriksaan secara intensif.

“Brigadir ‘K’ sudah di Polda Sumsel dan memang dia (Brigadir K) belum kita tahan, sebab penyidik masih memeriksanya. Yang jelas, dalam perkara ini saya sampaikan jika dimuka hukum semuanya sama, untuk itu Brigadir ‘K’ kita proses sesuai dengan tahapan dan prosedurnya,” terangnya.

Disinggung apakah status Brigadir ‘K’ sekarang telah ditetapkan sebagai tersangka? Dikatakan Kapolda jika pihaknya belum menetapkan Brigadir ‘K’ sebagai tersangka.

“Belum ditetapkan tersangka, sebab prosedurnya kan dilakukan pemeriksaan dulu kemudian barulah dilakukan gelar perkara. Jadi untuk penetapan statusnya itu nanti, kita lihat dulu hasil dari gelar perkaranya,” terang Kapolda.

Dilanjutkan Kapolda, terkait kejadian penembakan tersebut memang Brigadir ‘K’ ditugaskan sebagai salah satu anggota polisi yang menggelar razia. Dimana saat itu, total anggota kepolisan yang menggelar razia semuanya berjumlah 27 anggota yang dipimpin seorang perwira yakni, Kapolsek Timur I Lubuk Linggau.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, dalam perkara ini Brigadir ‘K’ terindikasi melakukan kesalahan pelanggaran SOP, karena melakukan penembakan terhadap mobil tersebut. Oleh karena itulah ‘K’ kita bawa ke Polda Sumsel untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” paparnya.

Sedangkan untuk pemeriksaan saksi dari para korban termasuk sopir mobil yang ditembak oleh Brigadir ‘K’, untuk saat ini belum dilakukan. Hal tersebut dikarenakan para korban sampai kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Kita belum melakukan pemeriksaan terhadap para korban, karena kata dokter para korban masih dirawat dan perlu istirahat untuk memulihkan kondisinya. Untuk itu pemeriksaanya masih kita tunggu sampai para korban sehat. Terkait hal ini maka saya sebagai Kapolda masih fokus menyembuhkan para korban serta melakukan proses hukum untuk Brigadir ‘K’ terlebih dahulu,” tandas Kapolda.

Baca Juga :   Nawawi Serahkan Insidennya dengan Mumtaz Rais ke Kepolisian dan Garuda

Diketahui, kejadian tersebut terjadi, Selasa (18/4/2017) sekitar pukul 10.00 WIB saat mobil sedan berisi 8 orang yang merupakan satu keluarga menerobos razia bahkan diduga hendak menabrak tiga anggota polisi yang sedang menggelar razia di Jalan Lingkar Barat Kota Lubuk Linggau.

Melihat hal tersebut, sambung Kapolda, petugas mengecek plat mobil sedan itu ke Samsat dan ternyata nomor plat BG mobil tersebut diduga tak terdaftar sehingga lima anggota polisi melakukan pengejaran.

“Lima polisi yang mengejar ini terdiri dari; Brigadir ‘K’ yang menumpangi mobil Sat Lantas dengan seorang sopir anggota Sat Lantas. Sedangkan tiga anggota lainnya mengejar menggendarai sepeda motor. Ketika dikejar, mobil tersebut terus melaju hingga salah satu sepeda motor tertinggal. Sementara dua sepeda motor lainnya bersama mobil Sat Lantas yang ditumpangi Brigadir ‘K’ terus melakukan pengejaran. Namun saat di Jalan Yos Sudarso Lubuk Linggau, mobil sedan itu tersusul mobil yang ditumpangi Brigadir ‘K’ hingga terjadilah penembakan itu. Usai kejadian penembakan barulah anggota lainnya yang tadinya mengendarai dua sepeda motor tiba di lokasi. Kemudian mobil sedan tersebut diperiksa, disaat itulah diketahui jika di dalam mobil berisi 8 penumpang yang salah satunya meninggal dunia usai tertembak,” ungkap Kapolda.

Masih dikatakan Kapolda, dari pemeriksaan Tim Polda Sumsel kepada Brigadir ‘K’ dan pemeriksaan terhadap 10 saksi anggota kepolisian lainnya termasuk Kapolsek Timur I Lubuk Linggau yang saat razia di lokasi kejadian, diduga saat itu Brigadir ‘K’ menembak mobil tersebut mengira jika di dalam mobil adalah pelaku pencurian mobil. Hal itu dikarenakan, plat BG tersebut tak terdaftar di Samsat, kemudian saat dihentikan dan dilakukan tembakan peringatan oleh Brigadir ‘K’ namun pengemudinya tidak keluar dari dalam mobil  hingga membuat Brigadir ‘K’ menembak mobil itu.

“Dari lokasi ditemukan 7 selongsong peluru senjata api laras panjang jenis SS1 V2 yang dibawa Brigadir ‘K’. Senjata inilah yang digunakan untuk menembak mobil tersebut,” katanya.

Baca Juga :   Perampok Todongkan Senpi ke Kepala Karyawan Minimarket

Lebih jauh Kapolda mengutarakan, meskipun dari pemeriksaan diketahui razia yang digelar telah sesuai peraturan karena ada papan pengumuman razia serta dipimpin Kapolsek Timur I Kota Lubuk Linggau. Tapi, penembakan yang dilakukan Brigadir ‘K’ merupakan pelanggaran. Sebab senjata api dengan peluru tajam yang dibawa saat razia hanya boleh digunakan jika anggota sedang terancam. Namun saat kejadian Brigadir ‘K’ menggunakannya tidak dalam ancaman, karena saat itu mobil tersebut hanya berhenti dan penumpangnya tidak keluar dari dalam mobil.

“Jadi, tidak ada ancaman. Dari itu Brigadir ‘K’ menyalahi SOP dan apabila hasil pemeriksaan nantinya Brigadir ‘K’ terbukti bersalalah, tentunya Brigadir bisa dikenakan pidana umum sebab akibat tembakan Brigadir ‘K’  membuat seorang penumpang bernama Surini (50) meninggal dunia dan enam penumpang lainnya menderita luka tembak,” tegas Kapolda.

Selain itu, lanjut Kapolda, hasil pemeriksaan plat kendaraan BG 1488 ON di mobil sedan tersebut juga diketahui jika plat itu merupakan ‘plat bodong’ alias palsu. Karena setelah dicek ternyata mobil sedan itu plat aslinya B asal Jakarta.

“Saat ini kita masih melakukan pemeriksaan terhadap STNK dan surat kepemilikan mobil. Sebab, dari pemeriksaan sementara mobil sedan tersebut aslinya berplat B milik salah satu yayasan di Jakarta. Dari itulah diduga sopir panik dan takut saat melihat petugas hingga mobil itu menerobos razia,” jelas Kapolda.

Disingung sanksi untuk Brigadir ‘K’ jika terbukti bersalah? Dikatakan Kapolda, untuk saksi tentunya masih menunggu hasil pemeriksaan dan sidang dulu.

“Kita tidak boleh mendahului persidangan dan hakim. Namun yang jelas, jika hasil pemeriksaan nantinya terbukti ada unsur pidananya maka saya sebagai Kapolda Sumsel akan mengajukan unsur pidana tersebut ke Jaksa, yang kemudian disidangan di pengadilan umum. Setelah itu, barulah dilakukan PTDH (Pemberhentian Dengaan Tidak Hormat). Sedangkan untuk biaya pengobatan para korban, semuanya akan ditangung oleh Bid Dokkes Polda Sumsel,” pungkas Kapolda. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

KPK Perpanjang Penahanan Tersangka Edhy Prabowo

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy …