Polisi Periksa Pemilik Mobil Crane yang Roboh di RSMH Palembang









ROBOH-Mobil crane pengangkut genset yang roboh hingga menghancurkan sebuah ruangan di RSMH Palembang. foto-sn/dedy suhendra
ROBOH-Mobil crane pengangkut genset yang roboh hingga menghancurkan sebuah ruangan di RSMH Palembang. Foto-sn/dedy suhendra

Palembang, SN
Kapolsek Kemuning AKP Handoko Sanjaya Kamis, (17/12) mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap ‘AT’
pemilik mobil crane yang roboh hingga menghancurkan ruangan genset dan menimpa ruang ronsegn Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang.

Menurutnya, pemeriksaan ‘AT’ dilakukan untuk diambil keterangannya sebagai saksi, lantaran ‘AT’ merupakan pemilik mobil tersebut.

“Karena mobil crane itu milik ‘AT’ maka ia kita periksa. Kasus robohnya crane ini terus kita lakukan penyelidikan untuk mendapatkan bukti dugaan kelalaian yang diduga dilakukan operator mobil crane,” katanya.

Diungkapkannya, karena crane tersebut roboh menimpa sarana publik maka ia selaku Kapolsek telah meminta kepada pemilik mobil crane untuk dengan segera mengevakuasi crane yang menimpah bangunan RSMH Palembang.

Baca Juga :   KPK Amankan Dokumen Kontrak Sembako dari Kantor PT ANM dan PT FMK

“Selain itu, kita juga telah melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Hasilnya ditemukan unsur dugaan kelalai dari operatornya. Hal itu terlihat dengan tidak diikatnya rantai pengaman di mobil crane sehingga membuat crane roboh ketika mengangkut genset seberat 8 ton. Padahal, crane itu mampu mengangkut beban 50 ton, dikarenakan adanya dugaan kelalaian hingga membuat crane tersebut roboh,” paparnya.

Lebih jauh diungkapkan Kapolsek, ruangan penempatan genset yang hancur tertimpah saat crane roboh dibangun oleh CV Vatjaya. Kemudian untuk memindahkan genset bewarna putih seberat 8 ton, CV Vatjaya menyewa mobil crane yang roboh itu.

“Dari itu pihak rumah sakit bisa meminta tanggungjawab kepada pihak crane malalui pihak pembangunnya. Apalagi, saat ini
bangunan yang hancur itukan belum diserah terimakan kepada pihak rumah sakit,” ujarnya.

Baca Juga :   KPK Tepis Tudingan OTT untuk Pengalihan Isu Kebocoran Dokumen

Masih dikatakan Kapolsek, sejak kejadian robohnya crane pihaknya telah melayangkan surat pemanggilan kepada operator mobil caren. Namun, hingga kini yang bersangkautan tak memenuhi panggilan penyidik.

“Sudah kita panggil tapi operatornya belum juga hadir. Dari itu kita berkoordinasi dengan ‘AT’ selaku pemilik mobil carane  agar segera menghadirkan operator tersebut untuk kita periksa. Pemeriksaan operator perlu dilakukan untuk membuktikan pidana kelalain yang mengakibatkan crane tersebut roboh,” tandasnya.

Diketahui kejadian ini terjadi, Rabu (16/12) pukul 03.00 WIB saat operator mobil crane memindahkan genset untuk ditempatkan di ruangan penempatanya, di samping Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSMH Palembang.

Saat ganset diangkut, tiba-tiba mobil crane jumping ke atas hingga mengakibatkan genset terjatuh menimpa serta menghancurkan ruangan yang tepat berada di bawahnya. Tak hanya itu, bagian ujung pengangkut alat berat ini juga menghantam bagian ruang ronsegn di rumah sakit tersebut. (ded)











Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Kakorlantas: Keluar ke Jalur Arteri Jika Tempat Istirahat Tol Penuh

Semarang, KoranSN Kakorlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan mengimbau pemudik yang akan kembali ke wilayah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!