Polisi Selamatkan Kandidat Cawako Palembang Dari Penculikan

Suasana simulasi pengamanan Pilkada saat petugas menyelamatkan calon kepala daerah yang diculik. (foto-deni/koransn)

Palembang, KoranSN

Baku tembak antara petugas kepolisian dengan kawanan bandit yang melakukan penculikan terhadap salah satu kandidat Calon Walikota Palembang, Rabu kemarin (7/2/2018) terjadi di lapangan Jakabaring Sport City (JSC) Palembang.

Kejadian tersebut terjadi saat mobil petugas Sat Reskrim dan petugas Sat Lantas Polresta Palembang melakukan pengawalan terhadap mobil mewah yang membawa salah seorang calon kepala daerah dihadang oleh kawanan bandit.

Dalam penghadangan tersebut para pelaku menggunakan modus berpura-pura jika mobil mereka mogok hingga menggagu iring-iringan mobil petugas dan calon kepala daerah.

Awalnya petugas mengklakson keras meminta mobil yang menghadang segera minggir dari tengah jalan, namun tiba-tiba dari arah belakang datang sebuah mobil lainnya menyalip lalu pelakunya langsung masuk ke dalam mobil calon kepala daerah dengan menodongkan senjata api hingga menculik pasangan calon kepala daerah tersebut.

Petugas yang saat kejadian sedang melakukan pengawalan langsung mengambil langkah penyelamatan hingga aksi kejar-kejaran dan baku tembakpun terjadi hingga akhirnya komplotan pelaku berhasil dilumpuhkan dan calon kepada daerah yang diculik berhasil diselematkan.

Namun penculikan tersebut bukanlah yang sebenarnya melainkan hanya Simulasi Pengamanan Kota (Sispamkota) Pilkada 2018 yang dilakukan pihak kepolisian di lapangan JSC Palembang.

Dalam simulasi ini petugas Sat Lantas juga memperagakan skill membanting stir mobil untuk memutar balik arah mobil dengan cepat. Hal ini dilakukan saat adegan mobil calon kepala daerah yang tepat berada dibelakang petugas mendapat ancaman dari para pelaku penculikan.

Bukan hanya itu, para petugas Sat Lantas yang mengendarai mobil tersebut juga tampak mahir berputar cepat berbalik arah hingga ban belakang mobil mengeluarkan kepulan asap. Ketika mobil berada tepat di depan mobil penculik, petugas Sat Lantas langsung mengeluarkan senjata api dari balik punggungnya membantu aparat Sat Reskrim lainnya yang sedang terlibat baku tembak dengan para pelaku, hingga akhirnya para pelaku berhasil bisa dilumpuhkan.

Tak cukup sampai disitu, dalam simulasi ini Kantor KPU yang menjadi tempat penyelenggara Pilkda 2018 juga menerima teror bom. Namun, upaya pengacauan pesta demokrasi oleh orang tak bertanggungjawab tersebut lagi-lagi berhasil digagalkan aparat keamanan yang bekerja solid di lapangan.

Aksi teror bom berhasil digagalkan setelah petugas Satuan Brimob unit Penjinak Bom (Jibom) Polda Sumsel datang ke lokasi untuk mengevakuasi bom yang diletakan pelaku disalah satu ruangan di Kantor KPU. Dalam evakuasi bom tersebut petugas menyisir lokasi dan mensterilkan tas beriskan bom ke suatu tempat dengan radius 100 meter dari pusat keramaian. Dengan hitungan lima detik bom langsung diledakan petugas hingga lokasi kembali aman dari ancaman teror.

Baca Juga :   Lagi, Pelaku Curanmor Dibekuk Tim Beguyur Bae

Rangkaian Sispamkota ini merupakan rangkaian kesigapan Polri dan TNI dalam mengamankan Pilkada 2018 di Sumsel. Simulasi dilakukan bertujuan untuk melihat seberapa siap anggota dalam pelaksanaan Pilkada nanti.

Sementara itu usai gelaran simulasi, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menjelaskan, ada beberapa rangkaian simulasi yang digelar yakni simulasi penghadangan, keributan di TPS, penemuan bom, unjuk rasa di KPU dan kerusuhan objek vital. Hal ini dilakukan lantaran semua itu merupakan suatu hal yang bisa menjadi ancaman saat pelaksanaan Pilkada nanti. Oleh karena itu, personil harus siap menghadapi gangguan-gangguan semacam ini.

Menurutnya, sebagai bentuk persiapan menghadapi Pilkada serentak nanti, sesuai perintah Panglima dan Kapolri, setiap wilayah harus betul-betul aman dari segala gangguan. Untuk itu pihak kepolisian dan TNI harus sinergi untuk mengamankannya.

“Seperti yang kita ketahui, di Sumsel akan ada Pilkada serentak, baik di provinsi maupun 4 kota sekaligus 5 Kabupaten. Kami sudah mempersiapkan langkah-langkah dalam mengurai massa dan kericuhan yang sewaktu-waktu mengancam pilkada nanti,” jelas Kapolda didampingi Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono. (den)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Sidang Dugaan Korupsi KONI Sumsel, Herman Deru Ngaku Lupa Soal Dana Hibah Rp 25 Miliar

Palembang, KoranSN Mantan Gubernur Sumsel Periode 2018-2023 Herman Deru, Senin (22/7/2024) mengaku lupa dan tidak …

error: Content is protected !!