Polisi Selidiki Kasus Pengrusakan Tampat Ibadah di Ogan Ilir



Tampak Kapel Santo Zakaria di Desa Mekar Sari Ogan Ilir yang dirusak oleh orang yang tak dikenal. (Foto-Herman/Koransn)

Palembang, KoranSN

Kasus pengrusakan Kapel Santo Zakaria yang merupakan rumah ibadah umat Kristiani di Dusun II Desa Mekar Sari Kecamatan Rantau Alai Kabupaten Ogan Ilir (OI) kini diselidiki pihak kepolisian.

Demikian dikatakan Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara.

“Kejadian ini kami selidiki dan saya sudah perintahkan Direktur Intelkam Polda Sumsel, Kapolres dan Kapolsek setempat untuk menyelidiki secara intensif. Jadi masyarakat jangan khawatir, serahkan kepada pihak kepolisian,” ungkapnya.

Menurut Kapolda, dengan adanya kejadian tersebut dirinya meminta agar masyarakat tidak terprovokasi dan jangan percaya dengan isu-isu dan informasi yang tidak benar selain hasil penyelidikan dari pihak kepolisian.

Baca Juga :   Eks Bupati Cirebon Dituntut Tujuh Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar

Sedangkan untuk situasi di lokasi, lanjut Kapolda, saat ini sudah aman terkendali, bahkan di sana ada Polri dan TNI yang tetap menjaga keamanan masyarakat.

“Sama-sama kita menjaga kondusifitas. Sedangkan untuk motif pengrusakan tempat ibadah tersebut belum diketahui, dan polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkapnya segera,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Kapel Santo Zakaria yang dirusak oleh orang yang tidak dikenal pada Kamis dini hari (8/3/2018) pukul 00.30 WIB.

Kapolres Ogan Ilir, AKBP Gazali Ahmad mengatakan, rumah ibadah yang dirusak oleh orang tidak dikenal tersebut didirikan pada tahun 2000 dan direhab tahun 2017.

Baca Juga :   Dua Mantan Karyawan BRI Ditahan

“Jadi sudah berdiri selama 18 tahun dan tidak ada masalah, setelah itu direhab tahun 2017 dan minggu kemarin diresmikan,” katanya.

Diungkapkan Kapolres, untuk suasana di lokasi saat ini masih kondusif dan pelakunya masih dalam pencarian.

“Pelakunya sudah terindifikasi, Tim K9 dan anjing pelacak dari Polda Sumsel diturunkan. Kami menghimbau agar pelaku segera menyerahkan,” ujarnya.

Sementara itu, Petrus (35), selaku umat Kristiani di Dusun II Desa Mekar Sari Kecamatan Rantau Alai Kabupaten Ogan Ilir megatakan, bahwa pelaku datang dengan mengendarai sepeda motor berboncengan.

“Pelaku lebih dari empat orang datang dengan empat sepeda motor, membawa pukul godam lalu merusak pintu dan jendela,” pungkasnya. (ded/man)







Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Diduga Korsleting Listrik, Dua Rumah dan Bedeng Terbakar

Palembang, KoranSN Diduga korsleting listrik, dua unit rumah dan dua bedeng semi permanen ludes terbakar …

    error: Content is protected !!