Polisi Sterilkan Akses ke Area Longsor Kampung Adat Sukabumi

Lokasi menuju area longsor di Kampung Adat Sukabumi. (foto-net/detiknews.com)

Sukabumi, KoranSN

Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi memerintahkan anggotanya untuk mensterilkan dan menyekat kendaraan bermotor yang akan masuk ke area longsor di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Tujuannya guna mencegah kepadatan kendaraan di sekitar lokasi pencarian dan evakuasi korban longsor di kampung adat tersebut.

“Pengalaman hari ini jumlah kendaraan khususnya roda empat menyesaki area evakuasi di sekitar Posko Bantuan, terutama saat ada jenazah ditemukan. Ketika kita bawa jenazah, lokasi malah penuh dengan kendaraan,” kata Nasriadi di lokasi bencana longsor, Selasa (1/1/2018).

Dia menjelaskan untuk distribusi dan logistik akan diberlakukan sistem antar jemput menggunakan kendaraan yang dipersiapkan oleh polisi dan Pemkab Sukabumi.

“Kan ada kendaraan double cabin yang bisa antar jemput sampai ke pintu masuk Desa Sirnaresmi. Jadi besok lokasi bisa steril, relawan dan tim SAR juga bisa leluasa saat menjalankan tugas,” ujarnya.

“Untuk warga juga besok akan dibatasi, kita akan atur agar tidak ada lagi yang menyesaki lokasi. Karena kebanyakan hanya sekadar menonton saja,” Nasriadi menambahkan.

Kondisi serupa dikeluhkan Danrem 061/Suryakancana Bogor Kolonel Inf M Hasan. Dia mengungkapkan proses evakuasi terhambat lantaran banyaknya masyarakat di sekitar lokasi.

Baca Juga :   Anak Mendiang Teroris Santoso Bergabung ke Kelompok Ali Kalora

“Evakuasi terhambat oleh orang yang tidak berkepentingan. Kita berharap warga untuk tidak mendekat ke lokasi karena itu sangat mengganggu,” kata Hasan kepada awak media di Posko Bantuan, SD Cimapag.

“Tadi saya lihat masih ada masyarakat yang hanya sekadar berdiri, tapi tidak memberikan bantuan apa-apa. Sehingga lebih banyak yang menonton daripada yang menggali,” ucap Hasan menegaskan.

Korban Tewas Sementara 15 Orang

Sementara upaya pencarian korban tertimbun longsor di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dihentikan sementara karena faktor cuaca.

Hingga sekitar pukul 15.30 WIB, tercatat korban tewas yang ditemukan ada 15 orang. Tim SAR gabungan juga merevisi jumlah jiwa yang diduga berada di lokasi saat longsor menimbun perkampungan tersebut.

“Sementara ini evakuasi kita hentikan karena faktor cuaca yang tidak memungkinkan bisa membahayakan relawan dan tim evakuasi sendiri. Sampai dengan tadi, ada 6 mayat lagi yang kita evakuasi sehingga total 15 jiwa yang kita temukan dari total 35 terindikasikan tertimbun,” kata Danrem 061/Suryakancana Bogor Kolonel Inf M Hasan didampingi Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi Letkol Inf Haris S.

Dari jumlah 15 mayat yang ditemukan, 6 diantaranya masih berada di lokasi dan belum diidentifikasi oleh pihak Tim DVI Polri.

Baca Juga :   MK Tolak Seluruh Permohonan Prabowo-Sandi

“Untuk 6 korban yang sudah kita temukan belum diidentifikasi. Kita proses evakuasi dulu dari lokasi baru identifikasi,” ucap Hasan.

Dalam kesempatan itu Hasan meluruskan informasi terkait jumlah jiwa yang tinggal di kampung dan terdampak bencana.

“Kita meluruskan kesimpangsiuran informasi terkait jumlah jiwa. Ada 101 jiwa di tempat tersebut. Sehingga ada 32 KK, 101 jiwa, korban selamat 63, luka-luka 3 dan meninggal dunia 15 orang. Sisanya terindikasi masih tertimbun,” katanya.

Sementara itu Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Made Oka meminta kepada warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk melaporkan ke Tim SAR Gabungan.

“Kepada masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya silakan melaporkan ke kami, tidak hanya masyarakat di tempat ini tapi kepada yang berkunjung ke sini. Silakan melaporkan kepada kami, nanti dicatat dan update terkait data korban,” ucap Oka. (detikcom)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

BNPB: Gedung Sekolah Terdampak Tanah Longsor di Lebak

Jakarta, KoranSN Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan gedung sekolah di Kampung Tegalumbu, Kabupaten Lebak, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.