PPTK Dinas PUPR Muba Dapat Jatah Fee Rp 190 Juta dari Penyuap Dodi Reza



Para saksi saat memberikan keterangan dalam sidang terdakwa Suhandy di Pengadilan Tipikor Palembang. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Dyan Pratama Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas PUPR Muba mendapat jatah fee Rp 190.500.000, karena ikut meloloskan empat proyek yang didapatkan terdakwa Suhandy (Direktur PT Selaras Simpati Nusantara) selaku penyuap Bupati Muba nonaktif Dodi Reza Alex Noerdin (tersangka).

Hal tersebut terungkap, Kamis (13/1/2022) disaat Dyan Pratama menjadi saksi terdakwa Suhandy dalam sidang dugaan kasus suap pengadaan barang dan jasa Kabupaten Muba Tahun Anggaran 2021 di Pengadilan Tipikor Palembang.

Dikatakan saksi Dyan Pratama, ia mendapatkan fee bermula dari Eddy Umari Kabid SDA Dinas PUPR Muba (tersangka) memanggilnya dan menyampaikan adanya empat proyek dalam lelang LPSE yang mesti dimenangkan perusahaan terdakwa Suhandy. Atas perintah tersebut lantas dirinya sebagai PPTK ikut meloloskan empat proyek tersebut hingga dimenangkan oleh perusahaan Suhandy.

Baca Juga :   Pengedar Sabu di Muara Enim Diringkus

“Untuk memenangkan perusahaan terdakwa Suhandy ketika lelang mulanya saya mengecek berkas persyaratan dan surat penawaran terdakwa Suhandy di LPSE. Hasilnya berkas tersebut ada yang kurang, terkait hal tersebut kemudian Eddy Umari memanggil saya dan menyampaikan nantinya ada anak buah dari Daud Amri Kabag Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Pemkab Muba menghubungi saya, hingga akhirnya anak buah Daud Amri itu menghubungi saya lalu memeberikan email dan menyiapkan data untuk melengkapi kekurangan berkas persyaratan perusahaan terdakwa Suhandy. Setelah itu saya meminta staf saya Akbar mengupload kekurangan berkas persyaratan lelang tersebut di LPSE. Dari itulah akhirnya perusahan milik Suhandy dapat menjadi pemenang lelang empat proyek tersebut,” paparnya. HALAMAN SELANJUTNYA>>

Baca Juga :   Pastikan Larangan Mudik Ditaati, Kapolda Tinjau Posko Banyuasin

Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Kejagung Tetap Sidik Korupsi Dana Hibah Sumsel 2013

Palembang, KoranSN Dugaan kasus korupsi dana hibah dan Bansos Sumsel tahun 2013 tetap disidik (penyidikan) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.