Presidensi G20 2022 Untuk Pemulihan Ekonomi



Ilustrasi: (kiri ke kanan) Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wakil Ketua BPK Agus Joko Pramono, Wakil Ketua DPR Lodewijk F Paulus, Menkominfo Johnny G Plate, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Chair Business 20 Shinta Widjaja Kamdani dan Co Chair Youth 20 Michael Victor Sianipar menghadiri Opening Ceremony Presidensi G20 Indonesia 2022 di Jakarta, Rabu (1/12/2021). Presidensi G20 Indonesia dimulai pada 1 Desember 2021 hingga 30 November 2022 dengan mengusung tema “Recover Together, Recover Stronger”. (Foto-Antara)

Purwokerto, KoranSN

Baca Juga :   Ekonom Sebut Utilisasi PSN Perlu ditingkatkan Untuk Konektivitas

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia memegang Presidensi G20 tahun 2022 yang dimulai tanggal 1 Desember 2021 sampai dengan serah terima presidensi berikutnya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) akhir tahun ini.

Selama satu tahun, Indonesia akan menjalankan fungsi keketuaan sebuah forum internasional yang menjadi bagian penting bagi dunia. Tentu saja hal ini merupakan sebuah kepercayaan dan kehormatan sekaligus peristiwa bersejarah bagi seluruh bangsa.

Forum kerja sama multilateral yang dibentuk pada tahun 1999 ini akan membahas dua arus isu utama yakni Finance Track dan juga Sherpa Track.

Baca Juga :   Telkomsel Kembangan Teknologi Terbaru

Finance Track adalah jalur pembahasan dalam forum G20 yang berfokus pada isu ekonomi dan keuangan, antara lain kebijakan fiskal, moneter, dan riil, investasi infrastruktur, regulasi keuangan, inklusi keuangan, hingga perpajakan internasional.

Sementara Sherpa Track adalah jalur dalam forum G20 di bidang-bidang yang lebih luas di luar isu keuangan, seperti pertanian, pendidikan, kesehatan, perubahan iklim, perdagangan, energi, geopolitik, serta berbagai isu penting lainnya.

Terkait Presidensi G20 Indonesia 2022, akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Dr Rio Dhani Laksana mengatakan forum beranggotakan 19 negara utama dan Uni Eropa (EU) yang memiliki kelas pendapatan menengah hingga tinggi, negara berkembang hingga negara maju tersebut akan menjadi momentum yang baik untuk memberikan nilai tambah pada pemulihan ekonomi di Indonesia. HALAMAN SELANJUTNYA>>







Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Ini Spesifikasi Lengkap iPhone 13 Pro dan Fitur Unggulannya: Tersedia di Blibli!

APAKAH anda sedang membutuhkan smartphone canggih dengan spesifikasi unggulan tapi masih terjangkau? Maka iPhone 13 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!