Program Kotaku Sulap Daerah Kumuh di Lubuklinggau Menjadi Taman Pelangi

Tampak dua pelajar SD tengah asik menikmati indahnya pemandangan sepulang dari sekolah, Jumat (4/1/2019). (Foto-Rifat/KoranSN)

Lubuklinggau, KoranSN

Pemerintah terus berupaya untuk menciptakan kenyamanan bagi masyarakatnya. Salah satu program yang diluncurkan yakni melalui program Kota Tampa Kumuh (Kotaku).

Di Kota Lubuklinggau terdapat 11 Kelurahan dikatagorikan sebagai kawasan kumuh, salah satunya yakni Kelurahan Jawa Kanan SS Kecamatan Lubuklinggau Timur II.

Untuk mengetahui sejauhmana manfaat dari program Kotaku ini KoranSN.com, Jumat (4/1/2018) sekitar pukul 10.00 WIB menyambangi Kelurahan yang membawahi 15 rukun tetangga (RT) ini.

Setelah melakukan kunjungan ke kelurahan yang terletak di tengah pusat Kota Lubuklinggau ini dapat ditarik kesimpulan, boleh dikatakan satu lagi tempat tongkrongan baru dan dijadikan lokasi spot foto selfie. Bahkan di lokasi terlihat sudah mulai dikunjungi oleh sejumlah orang.

Dimana di kawasan ini terdapat siring yang memanjang mulai dari RT 01 hingga RT 15, oleh masyarakat setempat diberi nama Siring Ngunang. Nah, di sepanjang siring inilah program Kotaku dilaksanakan.

Baca Juga :   Jelang Ramadhan Harga Telur di Pagaralam Melambung Tinggi

Kawasan dahulu dinyatakan kumuh, kini telah disulap dengan sejumlah pembenahan fasilitas . Di lokasi tersebut terdapat siring seperti air terjun mini dengan dilengkapi fasilitas tempat duduk dan taman yang diberi nama Taman Pelangi. Tempatnya asri, alami, cukup tenang dan jauh dari kemaraian.

“Dulu kumuh. Sejak adanya pembenahan, pembukaan jalan, sekarang ramai, terutama disore hari,” kata Radiansyah selaku lembaga keswadayaan masyarakat di kawasan tersebut.

Menurutnya, pembenahan sekitar lokasi masih terus dilakukan secara bertahap. Dan rencananya sekitar lokasi tidak hanya sebagai ruang terbuka hijau yang asri, juga akan ditanami sejumlah tanaman buah yakni buah pepaya california. Dilengkapi pula mushola.

“Jadi tempat tongkrongan baru. Di samping itu buat komunitas pelopor tempat selfie di sini,” timpalnya.

Tri salah satu pengunjung yang ditemui di lokasi mengatakan, dirinya baru pertama kali datang kelokasi. sepengetahuannya, memang lokasi tadinya merupakan siring. Bahkan daerahnya terkesan kumuh. Ditambah lagi, sebagian besar pemukiman warga di lokasi itu padat dan berdempetan.

Baca Juga :   H Syahril Hanafiah Resmi Lantik Pengurus Baznas Empat Lawang

“Tapi kini asyik tempatnya, tenang, santai, bisa duduk-duduk, cari aspirasi. Tinggal dipoles lagi sentuhan-sentuhan inovasi baru,” ungkap darah manis ini.

Sementara itu, Endang, warga RT 01, Kelurahan Jawa Kanan SS di lokasi itu menjelaskan, dirinya senang dengan adanya fasilitas akses jalan sekaligus dilengkapi dengan taman.

“Setidaknya ada ruang terbuka. Kalau dulu kumuh, dulunya siring, bau, banyak tikus. Sekarang tidak lagi,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, warga yang datang cukup banyak disore hari. Rata-rata merupakan remaja yang datang bersama teman-teman mereka. Dan saat ini mulai banyak hasil foto-foto warga yang datang dipasang di media sosial (Medsos).

“Kalau dulu, orang enggan ke sini, namun kini mulai disenangi,” ujarnya. (rif)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Pangdam II/Sriwijaya Kunker ke Markas Batalyon Armed OKU Timur

OKU Timur, KoranSN Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Agus Suhardi melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Markas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.