Protes Anti-Lockdown Menyebar di China dengan Seruan Minta Xi Mundur





Sejumlah petugas medis dikerahkan di kompleks permukiman di Distrik Chaoyang, Beijing, China, yang sedang di-lockdown, Senin (21/11/2022), untuk mengambil sampel tes PCR para penghuninya. Otoritas Kota Beijing memperketat kebijakan nol kasus COVID-19 setelah ditemukan tiga kasus kematian dalam dua hari berturut-turut pada 19-20 November 2022. (Foto-Antara)

Beijing, KoranSN

Protes terhadap kebijakan ketat “nol-COVID” China yang melibatkan penguncian (lockdown) semakin menyebar selama akhir pekan di tengah lonjakan infeksi virus corona.

Para demonstran di Shanghai menyerukan permintaan, yang jarang terjadi sebelumnya, agar Presiden Xi Jinping mundur, menurut saksi dan video yang dibagikan di media sosial.

Baca Juga :   China Laporkan 24 Kasus Baru COVID-19

Di Shanghai, ratusan orang berkumpul pada Minggu (27/11/2022) malam untuk unjuk rasa yang diadakan selama dua hari berturut-turut, dengan para peserta melampiaskan kemarahan mereka terhadap pihak berwenang.

Mereka meneriakkan slogan-slogan seperti “Turunkan Xi Jinping” dan “Turunkan kaisar” yang mengacu pada pemimpin negara tersebut.

Banyak petugas polisi yang dikerahkan di lokasi untuk mengepung para pengunjuk rasa dan beberapa dari mereka ditahan.

Di China, gerakan protes besar jarang terjadi karena mengkritik pemerintah secara terbuka dianggap ilegal.

Kota Shanghai, yang merupakan pusat keuangan dan komersial negara itu, telah menjalani penguncian (lockdown) selama dua bulan pada awal tahun ini. HALAMAN SELANJUTNYA>>

Baca Juga :   Pembicaraan Soal Pembebasan Pelaut Ukraina Makin Gencar





Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Bali jadi Destinasi Favorit Wisatawan China Selama Imlek

Beijing, KoranSN Pulau Bali menjadi salah satu dari beberapa destinasi yang digemari para wisatawan dari …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!