Protes Tarif Sewa Naik, Ratusan Pedagang Mogok Berjualan

Para pedagang pasar Padang Selasa saat mendatangi kantor PD Pasar Palembang Jaya di pasar gubah Palembang, Rabu (911).(Foto-Istimewa)
Para pedagang pasar Padang Selasa saat mendatangi kantor PD Pasar Palembang Jaya di pasar gubah Palembang, Rabu (9/11/2016). (Foto-Istimewa)

Palembang, KoranSN

Diterapkannya kenaikan untuk harga sewa diseluruh pasar sejak tanggal 31 Oktober 2016 lalu, membuat pedagang merasa keberatan atas peraturan tersebut. Salah satunya yang dilakukan oleh para pedagang Pasar Padang Selasa, pada Rabu (09/11/2016). Diketahui, ratusan pedagang sepakat untuk mogok berjualan. Mereka menutup lapak-lapaknya secara serentak lantaran tidak terima adanya kenaikan sewa petak tempat mereka berdagang oleh pihak PD Pasar Palembang Jaya.

Salah satu pedagang, Umar Fendy, saat ditemui di Kantor PD Pasar Palembang Jaya, Pasar Gubah Palembang bersama pedagang lain mengungkapkan, dia merasa resah karena kenaikan sewa yang dinilai tidak masuk akal tersebut, bahkan hingga 10 kali lipat dari harga biasanya.

“Sekarang ini pedagang tak bisa lagi membayar iuran perbulan, kami diminta membayar setahun sekali. Tarif yang ditetapkan oleh PD Pasar yakni luas petak dikali iuran perbulan 65 ribu dan dibayar langsung selama satu tahun. Kalau biasanya satu petak Rp 40 ribu per bulan. Sekarang diminta bayar sekaligus untuk satu tahun. Jika ditotal saya harus membayar sekitar Rp 5 juta. Naiknya mencapai 10 kali lipat kan,” terangnya.

Baca Juga :   Pelantikan Pengurus Nasional IKA Unsri Digelar Usai Reuni Akbar

Sementara itu, Direktur Operasional PD Pasar Palembang Jaya Febrianto menjelaskan, penyesuaian sewa Pasar Padang Selasa ini memang harus dilakukan. Sebab penyesuaian tarif sudah tidak pernah dilakukan lagi sejak tahun 1970. Pihaknya menilai, dengan waktu yang cukup lama, maka tarif baru pun perlu disesuaikan.

“Penyesuaian ini sudah harus kita lakukan, kita berikan pengertian kepada para pedagang yang enggan ikut aturan itu, tapi kalau tidak mau juga artinya dia (pedagang) tidak mau berjualan lagi,” tegasnya.

Febri mengatakan, kenaikan harga sewa ini disesuaikan dengan besaran kios dan lapak para pedagang. Ia membantah jika kenaikan harga sewa mencapai 10 kali lipat. Menurutnya, kenaikan tarif hanya mencapai dua kali lipat saja dan berganti bayar tahunan.

“Naiknya tidak terlalu banyak, paling dari yang biasa bayar Rp 1 juta menjadi Rp 2 juta. Bayaran paling rendah Rp 600 ribu per tahun, sampai yang tertinggi Rp 3,8 juta atau sekitar Rp 10.000 per hari jika dikalikan 360 hari per tahun,” jelasnya.

Baca Juga :   2018, Pemkot Palembang Tetap Prioritaskan Normalisasi Sungai

Terkait kedatangan puluhan pedagang ke Kantor PD Pasar Palembang Jaya di Pasar Gubah Palembang, Rabu (9/11/2016) tersebut. Febri mengatakan, para pedagang hanya mengadukan nasib mereka karena dimintai tarif sewa lebih besar oleh kepala pasar.

Tindakan yang dilakukan oleh kepala pasar, menurut Febri bukan memberatkan kepada pedagang. Akan tetapi menghindari mereka dari makelar lapak di sana yang sering kali menaikkan harga sewa lapak versi mereka sendiri.

“Aman semua tidak ada demo. Mereka itu kita hindari dari makelar lapak. Setelah kita jelaskan mengenai perubahan biaya sewa ini mereka mengerti dan mau ikut kita bukan makelar lapak,” tandasnya.(tya)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Dodi Reza Bakar Semangat Peserta LK II HMI Sumbagsel

Palembang, KoranSN Puluhan peserta Intermediate Training (LK II) Tingkat Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) Himpunan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.