Protokol Kesehatan di Tengah Mulai Pulihnya Geliat Wisata



KMK tersebut di antaranya mengatur protokol untukhotel/penginapan/homestay/asrama dan sejenisnya, rumah makan/restoran dan sejenisnya, lokasi daya tarik wisata, moda transportasi, jasa ekonomi kreatif, jasa penyelenggara event/pertemuan serta tempat dan fasilitas umum lainnya yang terkait erat dengan sektor parekraf.

Ia menjelaskan, protokol itu dapat digunakan sebagai acuan bagi seluruh pihak, yakni kementerian/lembaga, pemerintah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota, dan masyarakat, termasuk asosiasi, pengelola, pemilik, pekerja, dan pengunjung pada tempat dan fasilitas umum.

Kehadiran protokol kesehatan tersebut diharapkan dapat mendukung rencana pembukaan usaha pariwisata dan ekonomi kreatif secara bertahap sehingga dapat menggerakkan kembali usaha parekraf, sektor yang paling terdampak dari pandemi COVID-19.

Baca Juga :   Belasan Desa Wisata di Gunung Kidul Adakan Pasar Kuliner Ramadhan

Namun, ia mengingatkan keputusan terkait pembukaan kembali usaha pariwisata tentu harus disesuaikan dengan tingkat risiko wilayah penyebaran COVID-19 dan kemampuan daerah dalam mengendalikan COVID-19. HALAMAN SELANJUTNYA>>







Bagikan :

Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Sejumlah Objek Wisata di Biak Kembali Beroperasi 100 Persen

Biak, KoranSN Sejumlah objek wisata di Kabupaten Biak Numfor, Papua, sudah kembali beroperasi secara penuh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.