Proyek Drainase Dipindahkan, Warga Lapor ke Bupati Mura

Puluhan warga RT 03 Kelurahan Pasar Muara Beliti Kecamatan Muara Beliti menyampaikan aspirasinya ke Kantor Bupati Musirawas. (Foto-Rifat/KoranSN)

Musirawas, KoranSN

Puluhan warga RT 03 yang tergabung dalam Forum Masyarakat Beliti Menggugat, Jumat (27/9/2019) mendatangi Kantor Bupati Musirawas (Mura).

Kehadiran mereka untuk melaporkan ke bupati terkait dipindahkannya proyek drainase dari RT 03 ke RT 13 tanpa adanya kejelasan yang pasti.

Juru bicara warga, yakni Reki didampingi Andi Lala dan Priyadi mengatakan, mengingat Pemerintah Kabupaten Musi Rawas baru-baru ini meraih Predikat terlepas dari Desa Tertinggal. Tentu, hal ini berkat kerja keras semua pihak baik Bupati Musi Rawas, H Hendra Gunawan dan Wakil Bupati, Hj Suwarti maupun OPD terkait lainnya.

Keberhasilan tersebut seiring sejalan dengan Slogan Musi Rawas Sempurna yakni Sejahtera, Mandiri, Produktif, Unggul, Religius, Nyaman serta Aman. Apalagi program-program yang disajikan pemerintah daerah, semuanya bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat.

Baca Juga :   Yayasan Darul Rahmah Lepas 112 Santri

Diungkapkannya, terkait hal tersebut maka kedatangan warga untuk melapor ke bupati tentang pembangunan proyek siring atau drainase di Kelurahan Pasar Muara Beliti Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas.

Pasalnya, proyek yang awalnya diusulkan oleh masyarakat RT 03 tahun 2018 silam sepanjang 458 meter dan telah dimulai pengerjaannya pada pertengahan tahun 2019. Namun hasil realisasinya di lapangan, drainase dikerjakan di tempat yang berbeda yakni di RT 13 sepanjang 368 meter. Sementara, di RT 03 hanya dilakukan penggalian tanpa adanya pekerjaan.

“Artinya, jika dialihkan ke RT 13 tentu semua akan dirubah, baik RAB nya, maupun volume panjang siringnya” ujarnya.

Baca Juga :   38 Anak Miskin Gratis Operasi Bibir Sumbing

Selain itu lanjutnya, dengan adanya bekas galian siring di RT 03 yang dibiarkan begitu saja, tentunya dapat menimbulkan keresahan masyarakat karena merusak lingkungan milik warga sekitar dan dapat membuat air sumur warga tercemar, mengeluarkan bau tidak sedap hingga masyarakat tidak bisa mengkonsumsi air tersebut. Bahkan, dikhawatirkan dapat menimbulkan wabah penyakit.

Sementara Sekda Musirawas, EC Priskodesi saat menerima masyarakat berjanji akan segera membangun terkait siring di RT 03 Ini.

“Saya berjanji memerintahkan Dinas Perkim untuk segera membangun siring tersebut,” ujar Sekda sembari meminta kalau ada permasalahan langsung menemuinya. (rif)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Tangani Covid-19, Pusat Pangkas DAU OKI Rp 32 Milyar

Kayuagung, KoranSN Pemkab OKI mengalami pemangkasan Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2021 mencapai Rp 32 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.