Proyek Tol OKI Ancam Robohkan Jembatan Komering

Kendaraan memuat tiang pancang proyek tol Trans Sumatera yang melebihi tonase ditertibkan Dishub OKI. (Foto-Maniso/Koransn)

Kayuagung, KoranSN

Pelaksanaan pembangunan proyek jalan Tol Trans Sumatra di Ogan Komering Ilir (OKI) dari Pematang Panggang-Kayuagung ternyata ada dampak negatifnya. Dampak itu justru disebabkan dari pihak pelaksana proyek.

Apa dampak negatif itu? tronton pengangkut tiang-tiang pancang untuk proyek melintasi jembatan Sungai Komering Kayuagung. Kemampuan jembatan menanggung beban maksimal 20 ton, sedangkan nyatanya tronton mengangkut tiang pancang berbobot 40 ton.

Dinas Perhubungan Kabupaten OKI bergerak cepat melakukan penertiban kendaraan jenis truk tronton yang kelebihan kapasitas muatan (overload) saat melewati jembatan Sungai Komering. Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten OKI Ir H Syaiful Bahri MSi mengatakan, operasi ini dilakukan untuk menjaga eksisting jembatan sungai Komering dari kerusakan.

“Bukan kita tidak mendukung program strategis nasional, namun upaya yang kami lakukan ini untuk menjaga agar jembatan yang ada ini tidak rusak karena kendaran melebihi tonase yang melewati jembatan ini,” ungkapnya.

Baca Juga :   Pembalut Tak Sehat Pemicu Kanker Serviks

Ditambahkan Syaiful, setiap malam sejumlah kendaraan berat bermuatan tiang pancang dan material pembangunan jalan tol Trans Sumatera melalui jembatan Sungai Komering.

“Modusnya sengaja lewat jembatan di malam hari, tapi kami siagakan petugas. Kami takut jembatan ini akan rusak belum waktunya,”ungkapnya. Menurut Syaiful, truk bermuatan penuh tiang pancang itu seharusnya dibongkar terlebih dahulu di Terminal Kayuagung, tiang pancangnya lalu diangkut secara bergantian menuju lokasi.

“Kalau mereka bawa lebih dari 6 tiang pancang dalam 1 tronton, kita minta bongkar dulu di terminal. Hanya 4 tiang pancang yang dibolehkan lewat sekali angkut. Karena kita tidak ingin ambil resiko,” jelasnya.

Kepala Dinas PU dan Tata Ruang Kabupaten OKI Ir Hapis MM mengatakan, jembatan Sungai Komering hanya mampu menahan beban sampai dengan 20 ton.

Baca Juga :   Terkena PHK, Pekerja PT Lonsum Tuntut 3 Poin 

“Jika sering dilewati kendaraan bertonase lebih dari itu, tentu akan roboh.Jembatan yang dibangun melalui APBD ini tonasenya hanya 20 ton. Kalau truk membawa tiang pancang bisa-bisa mencapai 40 ton. Ini berbahaya untuk jembatan Sungai Komering,”ujar dia. Hapis meminta pihak terkait khususnya perusahaan yang mengerjakan proyek jalan tol untuk memperhatikan infrastruktur yang dilalui jalan proyek.

“Sebelumnya kami juga sudah beberapa kali bertemu dengan kontraktornya. Kami tegaskan untuk bertanggungjawab apabila ada kerusakan infrastruktur milik daerah ini, dan mereka siap,”ungkap Hapis. (iso)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

HD Wujudkan Impian Petambak Udang Sungai Menang dengan Program Listrik Masuk Tambak

OKI, KoranSN Setelah sebelumnya melaunching listrik masuk sawah, Gubernur Sumsel H Herman Deru kembali meluncurkan …