PT INKA Dapat Pesanan 438 Kereta



Pemberian cinderamata oleh Dirut PT INKA, Budi Noviantoro, Selasa (30/10/2018). (foto-soimah/koransn.com)

Palembang, koranSN

Tahun ini, Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dalam bidang produksi kereta api di Indonesia, PT INKA (Persero) mendapat pesanan sebanyak 438 kereta dari PT Kereta Api Indonesia (KAI). Hal tersebut dikatakan Direktur Utama PT INKA (Persero), Budi Noviantoro saat menjadi pembicara pada acara Editor”s Day “Membedah Produksi LRT Sumsel, Sebuah Karya Anak Bangsa” di Hotel Exelton, Selasa (30/10/2018).

Dijelaskannya, selain 438 kereta ada tambahan 10 kereta lagi. Untuk tahun 2019,PT KAI juga sudah memesan 400 kereta api kepada PT INKA. Dari jumlah pesanan tersebut diperkirakan pasar dalam negeri untuk kereta penumpang segera jenuh dalam dua atau tiga tahun mendatang.

“Untuk sarana kereta dalam negeri rata-rata masih baru dan tak mungkin ada pengadaan baru lagi,”jelasnya.

Karena itu saat ini dikatakannya, pemerintah melalui Kementerian BUMN mengarahkan manufaktur kereta dalam negeri tersebut untuk membidik pasar luar negeri. Dengan melakukan ekspansi ke sejumlah negara tetangga untuk ikut tender internasional pengadaan kereta seperti ke Bangladesh, Filipina, Malaysia dan beberapa negara lain.

Baca Juga :   Honda Sumsel dan Gojek Rayakan HUT RI ke-74 Bersama

Dijelaskannya, untuk Bangladesh, sudah beberapa kali memenangkan tender kereta bahkan mengalahkan peserta dari Cina yang selama ini dikenal lebih murah.

Sedangkan untuk kereta api ringan berbasis rel (Light Rail Transit/LRT) Palembang Sumsel merupakan kereta perintis atau embrio dari terobosan produk baru PT INKA. Diharapkan ada pemerintah daerah di seluruh Indonesia yang akan memesan kereta berbasis LRT seperti LRT di Sumsel.

“Menyusul dalam waktu dekat kita sudah komitmen mendapatkan pemesanan untuk LRT Jakarta, Bogor dan Bekasi,”tegasnya.

Untuk LRT di Palembang menurutnya, sebelum beroperasi sudah melewati uji tekanan, dimana Masing-masing gerbong ditekan dengan beban seberat 40 ton. Uji tekanan tersebut dilakukan bersama dengan Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT).

“Bila BPPT menyatakan tidak lulus ya tidak beroperasi tetapi bila BPPT menyatakan lulus ya bisa beroperasi,”tegasnya.

Baca Juga :   XL Raih Penghargaan Frost & Sullivan

Dikatakannya, uji tekanan dilakukan saat proses pengelasan gerbong awal atau car body selesai. Selain ditekan dari atas sebesar 40 ton dilakukan juga uji beban di lantai gerbongnya.

“Uji tekan merupakan rangkaian uji yang harus dilalui. Bila sudah melalui proses tersebut maka LRT Palembang sudah layak jalan,”pungkasnya.

Acara Editor”s Day “Membedah Produksi LRT Sumsel, Sebuah Karya Anak Bangsa” dipandu oleh Wakil Pimpinan Redaksi Bisnis Indonesia Chamdan Purwoko juga menghadirkan narasumber Masyarakat Transportasi Indonesia Djoko Setijowarno dan Kasubdit Lalulintas Kemenhub Yudi Karyanto. (ima)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

BRI Buka Layanan Terbatas Selama Libur Lebaran

Jakarta, KoranSN PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) tetap membuka layanan terbatas kepada nasabah di 184 …