PT Semen Baturaja Gempar Kemunculan Buaya Muara





Buaya muara yang muncul di PT Semen Baturaja Palembang. (Foto-Deni/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Buaya muara yang disebut warga sekitar sebagai buaya penunggu atau ‘Puyang’ di PT Semen Baturaja beberapa hari belakangan ini muncul kembali setelah puluhan tahun menghilang.

Kemunculan buaya ini sontak menggemparkan para pegawai PT Semen Baturaja serta warga sekitar yang berdomisili di sekitar sungi, tempat munculnya buaya.

Informasi yang dihimpun Suara Nusantara penampakan buaya yang muncul di Dermaga JT 1 PT Semen Baturaja, Senin pagi (16/7/2016) sontak menjadi perbincangan hangat disekitar lokasi.

“Kemarin (Senin, Red) pagi buayo keluarnya sekitar pukul 09.00 WIB, tidak tentu jugo buayo itu muncul. Kadang pagi, siang, sore,” jelas Budi (39), salah satu buruh borongan PT Semen Batu Raja saat ditemuin di lokasi.

Baca Juga :   Harnojoyo Nilai "Kehilangan" Ucok Merupakan Hal Biasa

Dijelaskannya, saat dirinya melihat buaya tersebut. Buaya langsung turun ke sungai. “Sudah 4 hari berturut buaya ini terlihat. Yang terlihat cuman satu. Tapi dari cerita teman yang kerja shift malam melihat ada sekitar 3 sampai 4 ekor buaya muncul disini,” terangnya.

Tak hanya pekerja, warga sekitar juga mengungkapkan hal yang sama salah satu Doni Irawan. Menurut Doni, ia sempat melihat penampakan buaya pada siang hari.

“Kalau saya melihat buaya itu, baru sekali, ketika jam istirahat makan siang pekerja PT Semen Batu Raja. Panjang buaya itu sekitar hampir 2 meter lebih,” ujarnya.

Sedangkan, Manager Media Relations PT Semen Baturaja Palembang, Gili membenarkan adanya kemunculan buaya di Dermaga JT 1 tersebut.

Baca Juga :   Peduli Sesama, Legislator Sumsel Bagikan Nasi Bungkus

“Ya, kemarin memang sempat ada laporan dari tim keamanan kita, ada beberapa buaya sempat terlihat di Dermaga JT,” katanya.

Dirinya menghimbau, dari pihak perusahaan kepada karyawan ataupun masyarakat sekitar perusahaan untuk lebih berhati- hati karena perusahaan berbatasan dengan sungai, memang notabennya tempat buaya itu hidup dan beradaptasi.

“Kedepannya untuk bersama-sama berhati-hati, apabila mendekati area sungai, dan dari informasi yang didapat, ada 4 ekor buaya yang terlihat dan tidak ada interaksi untuk menangkapnya,” tandasnya. (den)

Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Kunjungan Pemkot Palembang, Walikota Metro Belajar Soal Mall Pelayanan Publik

Palembang, KoranSN Walikota, Wakil Walikota dan Sekda Kota Metro berkunjung ke Pemerintah Kota Palembang. Kunjungan …