PTM Mulai 13 Juli, Dewan Sumsel Tegaskan Wajib Terapkan Prokes Ketat





Syaiful Padli. (foto-dok)

Palembang, KoranSN

Pemerintah Provinsi Sumsel melalui dinas pendidikan (Diknas) Sumsel akan memulai pembelajaran tatap muka (PTM) pada tahun ajaran baru 2021/2022, tepatnya pada 13 Juli mendatang.

Terkait rencana dimulainya PTM ini, Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel Mgs Syaiful Padli mengatakan, mendukung rencana dimulainya PTM ini, dengan syarat menerapkan protokol kesehatan (Prokes) ketat.

Dukungan ini kata Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, dengan berbagai pertimbangan, seperti jumlah guru yang divaksin Covid-19 sudah lebih dari 50 persen.

“Hasil rapat komisi V dengan dinas pendidikan, pelajaran tatap muka bisa dimulai apabila jumlah guru yang sudah divaksin sudah lebih dari 50 persen, dan hingga hari ini dari data yang kami dapatkan jumlah guru yang sudah divaksin lebih dari 50 persen. Artinya, secara kesiapan dari pengajar itu sudah siap, tetapi sekali lagi tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” ungkap Syaiful, Rabu (9/6/2021).

Baca Juga :   Reforma Agraria untuk Pengembangkan Perekonomian Produktif Masyarakat

Protokol kesehatan dimaksud kata Syaiful, terutama dalam jumlah siswa yang mengikuti PTM. Jika biasanya jumlah siswa dalam satu kelas ada 32, maka di suasana pandemi Covid-19 ini, dibatasi setengahnya saja atau 16 siswa, dan jam belajarnya juga dibatasi hanya 3 jam dalam sehari.

“Pihak sekolah juga harus menyiapkan time (waktu), sebelum siswa masuk, seperti untuk mencuci tangan. Artinya, protokol kesehatan harus dilakukan oleh diknas dan disampaikan ke seluruh sekolah yang berada di bawah wewenang Diknas provinsi,” ujar Syaiful.  HALAMAN SELANJUTNYA  >>

Publisher : Anton Wijaya

Lihat Juga

BPKH RI dan BSB Bakal Kelola Dana Haji

Palembang, KoranSN Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Mawardi Yahya menerima Anggota Dewan Pengawas Badan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.