Puluhan Anak Suku Asmat Meninggal akibat Wabah Campak



Suku Asmat di Provinsi Papua. (foto-net/vivanews.com)

Papua, KoranSN

Puluhan anak suku Asmat di Kabupaten Asmat, Papua, dilaporkan meninggal dunia akibat wabah campak yang menyerang wilayah itu. Sejumlah warga pada distrik di wilayah itu juga mengalami gizi buruk yang telah ditetapkan berstatus kejadian luar biasa.

Berdasarkan data yang dirilis Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih, Senin (15/1/2018), sebanyak 29 anak di sejumlah kampung di Distrik Pulau Tiga dilaporkan meninggal dunia akibat terpapar campak.

Sebanyak 367 dilaporkan terpapar penyakit serupa dan sebagian sudah dirawat di rumah sakit. Laporan itu juga menyebutkan sejumlah anak mengalami gizi buruk meski tak ada yang meninggal dunia.

Wabah campak dan bencana gizi buruk itu terjadi di beberapa kampung di Distrik Pulau Tiga, Distrik Jetsey, dan Distrik Sirets. Namun kampung dengan korban meninggal dunia terletak di Distrik Pulau Tiga, antara lain Nakai, Kappi, As, dan Atat. Pada Distrik Jetsey dan Distrik Sirets, yang masing-masing terdiri empat dan lima kampung, dilaporkan tidak ada yang meninggal dunia.

Baca Juga :   Terungkap, Muslim Cyber Army Ternyata Mantan Saracen

TNI menyatakan bahwa aparatnya sudah memberikan vaksin kepada ratusan anak-anak di distrik-distrik itu, dan mereka yang menderita campak cukup serius segera dirawat di rumah sakit terdekat.

Panglima Kodam Cendrawasih, Mayor Jenderal TNI George Elnadus Supit, menyatakan bahwa aparatnya segera mendirikan posko penanganan wabah campak dan bencana gizi burik di Timika dan Asmat.

Sebuah pesawat Hercules/A-1326 dijadwalkan diterbangkan ke Timika. Pesawat angkut militer itu akan membawa 53 tenaga medis, yang mencakup dokter umum dan dokter spesialis serta paramedis, beserta alat-alat. Dikirimkan juga kebutuhan pokok warga.

Baca Juga :   HS Terduga Pembunuh Satu Keluarga Ditangkap di Kaki Gunung Guntur

Menurut Pangdam, aparatnya sebenarnya sudah lebih dulu berada di Asmat untuk melaksanakan penanganan awal.

“Korem 174/ATW telah lebih dulu berada di Asmat untuk melaksanakan pendataan guna mengumpulkan data, dan berkoordinasi dengan Pemda setempat agar dapat ditentukan langkah-langkah yang tepat dalam penanganan bencana KLB,” katanya. (viva.co.id)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

IAIN Palu Siapkan Sarana Pelaksanaan Seleksi Maba Jalur UMPTKIN

Palu, KoranSN Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, mulai menyiapkan sarana dan prasarana …