Pungli Sopir Truk di Pendopo PALI, Yusuf Diciduk Polisi

Tersangka M Yusuf saat diamankan di Mapolsek Talang Ubi. (foto-anasrul/koransn.com)

PALI, KoranSN

Meski pernah diciduk sebelumnya dan diberikan pembinaan oleh pihak berwajib, tidak membuat M Yusuf (37), warga Talang Bulang Kecamatan Talang Ubi PALI ini jera untuk melakukan pungutan liar (Pungli) terhadap mobil truk angkutan barang yang hendak masuk ke Kota Pendopo.

Alhasil dirinya kembali diringkus jajaran Unit Sat Reskrim Polsek Talang Ubi pimpinan Ipda M Arafah SH. Tersangka dibekuk, Selasa (3/12/2018) sekitar pukul 17.00 WIB.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono SH SIK MH malalui Kapolsek Talang Ubi, Kompol Okto Iwan Setiawan ST mengatakan, tersangka M Yusuf sudah menjadi target oprasi, dimana pelaku seminggu sebelumnya sering memberhentikan dan menyetop mobil truk barang yang melintas.

“Setelah mendapatkan informasi dari para sopir angkutan barang yang melintas, anggota kita melakukan penyelidikan dan memastikan kebenaran kejadian tersebut. Alhasil setelah mendapatkan informasi pasti petugas yang dipimpin langsung kanit Reskrim Polsek Talang ubi langsung mendatangi TKP dan mengamankan Pelaku.” jelas Kapolsek melalui Kanit Reskrim Ipda M Arafah, Rabu (5/12/2018).

Baca Juga :   Jadi Kurir Ganja, Dua ABG Diringkus

Ketika akan lakukan penangkapan lanjut Arafah, pelaku sempat mencoba melarikan diri berlari ke arah perkebunan. Diduga pelaku memiliki komplotan yang sudah sangat sering membuat resah para sopir angkutan barang yang melintas.

“Sempat terjadi kejar-kejaran oleh petugas kita, dan petugas kita berhasil meringkus pelaku. Pelaku ini diduga berkelompok, namun saat dilakukan penangkapan pelaku sendirian. Saat ini pelaku beserta barang bukti sejumlah uang tunai berhasil diamankan di mapolsek Talang ubi,” imbuhnya.

Dalam kasus ini pelaku dikenakan pasal 368 ayat 1, KUHP dengan ancaman pidana 9 tahun kurungan penjara.

Baca Juga :   Dituduh Mencuri Kopi Pria di Lahat Ditebas Parang

Sementara tersangka M Yusuf mengakui jika dirinya sering memberhentikan mobil barang dan meminta sejumlah uang.

“Sehari bisa mencapai Rp 100.000, satu mobil bisa Rp 10.000 hingga Rp 40.000, dan biasanya kami bersama-sama ada teman yang lainnya,” ungkapnya. (ans)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Tangkap Buronan Hiendra Soenjoto

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (29/10/2020) telah menangkap Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.