PUPR: Program Padat Karya PISEW Serap 1.467 Orang Hingga Juni

Program Padat Karya PISEW yang digelar Kementerian PUPR. (foto-antaranews)

Jakarta, KoranSN

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkapkan, skema program padat karya tunai yakni Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) telah menyerap 1.467 tenaga kerja hingga akhir Juni 2020.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Program padat karya tunai (PKT) dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat setempat sebagai pelaku, khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi. Tujuannya untuk mendistribusikan dana pembangunan hingga ke desa-desa.

“Selain untuk meningkatkan daya beli masyarakat, PKT juga bertujuan mendistribusikan dana pembangunan hingga ke desa/ pelosok. Pola pelaksanaan PKT juga harus memperhatikan protokol menjaga jarak untuk pencegahan penyebaran COVID-19,” ujar Menteri Basuki dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (4/7/2020).

Pembangunan infrastruktur kerakyatan dengan skema PKT salah satunya dilaksanakan melalui Program PISEW yang dilakukan Direktorat Jenderal Cipta Karya untuk mengurangi kesenjangan antar wilayah, pengentasan kemiskinan, memperbaiki tata kelola pemerintah daerah (kabupaten, kecamatan dan desa) serta memperkuat kelembagaan masyarakat di tingkat desa.

Baca Juga :   Bupati PALI Kukuhkan 26 Kades Persiapan

Hingga 30 Juni 2020 tercatat anggaran pelaksanaan PISEW, yang sudah tersalurkan sebesar Rp54,6 miliar dengan serapan tenaga kerja sebanyak 1.467 orang.

Sedangkan untuk pelaksanaan pada Juli 2020 ditargetkan dana PISEW yang disalurkan sebanyak Rp300 miliar, dan akan diteruskan pada bulan-bulan selanjutnya.

Tahun ini pelaksanaan PISEW diproyeksikan menjangkau 900 kecamatan dengan alokasi anggaran sebesar Rp540 miliar serta penyerapan tenaga kerja setiap lokasi sebanyak 17 orang, dengan masa pelaksanaan sekitar 75 hari.

Sehingga total potensi penyerapan tenaga kerja Program PISEW tahun 2020 sebanyak 15.000 tenaga kerja, atau 1.125.000 Hari Orang Kerja.

Pada umumnya infrastruktur yang dibangun melalui dana PISEW adalah jalan produksi sebagai infrastruktur penunjang produksi pertanian dan industri, serta sebagai prasarana pendukung pemasaran komoditas dengan memudahkan petani untuk mengangkut hasil pertanian, perkebunan dan perikanan.

Baca Juga :   Mentan Pastikan Program Cetak Sawah Tak Rusak Lingkungan

Pelaksanaan pembangunan dikerjakan  masyarakat desa setempat, tidak menggunakan kontraktor.

Program PISEW juga dalam pembangunan infrastruktur dasar skala wilayah kecamatan atau perdesaan seperti pembangunan jembatan kecil, peningkatan kualitas air minum dan sanitasi serta membangun infrastruktur pendukung produksi maupun hasil pertanian, peternakan, perikanan, dan UMKM, sehingga memberi manfaat dalam meningkatkan kapasitas produksi komoditas unggulan serta potensi lokal wilayah setempat. (Antara/ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Mendes PDTT Akan Revitalisasi Kawasan Transmigrasi

Jakarta, KoranSN Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.