Pusri Bangun Pabrik NPK Fusion II









Dirut PT Pupuk Indonesia (Persero), Aas Asikin Idat didampinggi Dirut PT Pusri Palembang, Mulyono Prawiro memberikan keterangan seputar pembangunan Pabrik NPK Fusion II di Balai Diklat Pusri, Selasa (12/12/2017). (foto-soimah/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Sebagai salah satu langkah mewujudkan penambahan kapasitas produksi Pupuk NPK hingga 3,4 juta ton secara nasional, PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) melakukan penandatangan kontrak EPC Pabrik NPK Fusion II dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, di Gedung Diklat Pusri Palembang, Selasa (12/12/2017).

Direktur Utama PT Pusri, Mulyono Prawiro usai menandatangi kontrak dengan Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Bintang Perbowo disaksikan oleh Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Aas Asikin Idat menjelaskan, pembangunan pabrik NPK Fusion II di Palembang tahun ini sudah dimulai.

Dalam kurun waktu 20 bulan ditargetkan pabrik yang dibangun bersebelahan dengan pabrik Pusri IIB sudah selesai dan dapat beroperasional penuh. Pembangunan pabrik NPK Fusion berkapasitas 2×100.000 ton diperkirakan selesai tahun 2019. Dalam pembangunan pabrik NPK tersebut, dianggarkan sekitar Rp 521 miliar.

Baca Juga :   Dekat dengan Warga dan Berpengalaman, Warga Srijaya Pilih Dukung Ishak-Yudha

Dijelaskannya, keberadaan pabrik baru tersebut akan mampu menghasilkan NPK sebanyak 200.000 ton/tahun, dimana NPK yang diproduksi selama ini sekitar 100.000 ton/tahun. Dengan adanya pabrik tersebut dapat memperkuat pasokan pupuk NPK di sektor pangan, perkebunan dan holtikultura terutama untuk wilayah Sumatra.

“Pembangunan pabrik NPK Fusion II berteknologi Steam Fused Granulation merupakan salah satu pengembangan kapasitas pupuk NPK yang dilakukan Pupuk Indonesia Grup,” jelas Mulyono.

Menurutnya, meski Pusri fokus pada penambahan produksi NPK tetapi Pusri tetap konsisten memproduksi pupuk urea. Bahkan saat ini produksinya sudah sekitar 2.617.500 ton/tahun dan amoniak 1.813.500 ton/tahun.

“Dibangunnya pabrik NPK juga karena melihat minat dan pangsa pasar di Sumsel akan kebutuhan pupuk NPK cukup besar bahkan dapat mencapai 750.000 ton/tahun. Karena sektor pertanian dan perkebunan masih mendominasi pilihan petani.

Baca Juga :   Gol Injury Time Morata Buat Juventus Susul Barcelona ke Babak Gugur

Sehingga untuk memenuhi itu, keberadaan pabrik NPK menjadi pilihan tepat untuk dibangun,” tuturnya sembari mengatakan, pangsa pasar NPK untuk sektor perkebunan kelapa sawit, kopi, teh dan lainnya sangat potensial untuk dijajaki pupuk NPK.

Apalagi menuruntya, saat ini para petani sudah tersosialisasi untuk menggunakan pupuk non subsidi, selain itu NPK dinilai cukup menguntungkan dalam segi manfaat penggunaan. Selain Sumsel, luasan pasar untuk NPK yang diproduksi Pusri seperti di Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jambi dan lainnya.

Sementara itu Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Bintang Perbowo mengatakan, pihaknya memang memiliki tenggat waktu pembangunan pabrik NPK Fusion II selama 20 bulan. Namun diyakini dapat dipercepat menjadi 18-19 bulan pengerjaan. Pihaknya berupaya untuk mempercepat demi ketahanan pangan di Indonesia.











Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Digimap Gelar Promo IPhone Rp6 Jutaan Hanya di Shopee Mall

Jakarta, KoranSN Digimap Official Shop akan memberikan banyak kejutan berupa promo spesial bagi Anda yang …

error: Content is protected !!