Ratusan Rumah di Desa Curup PALI Terendam Banjir

Anak-anak di Desa Curup asik bermain ban di kawasan yang terendam banjir. (foto-anasrul/koransn.com)

PALI, KoranSN

Akibat intensitas curah hujan yang tinggi satu pekan terakhir ini, menyebabkan debit air Sungai Lematang meluap. Akibatnya, ratusan warga di Desa Curup Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI terendam air dengan ketinggian mencapai pinggang orang dewasa.

Namun sepertinya warga sudah tidak asing lagi dengan terjadinya banjir, sebab warga menanggapi datangnya banjir dengan tenang.

Pantauan di lapangan, beberapa anak asik bermain di tengah banjir. Sementara para ibu rumah tangga mencuci pakaian di teras rumah yang sudah tergenang air.

Menurut Kepala Desa setempat, Balian, naiknya air Sungai Lematang terjadi pada Minggu pagi (15/10/2017). Hal tersebut terjadi akibat di daerah hulu Sungai Lematang diguyur hujan sejak, Jumat (13/10/2017) dan Sabtu (14/10/2017).

“Di desa ini sudah biasa banjir apabila musim penghujan, makanya warga desa ini tidak asing lagi dengan keadaan seperti ini, dan diantaranya ada sebagian petani Jagung atau Ubi memanen tanamannya lebih awal. Karena ditakutkan air akan bertambah naik,” ungkap Balian.

Baca Juga :   Kapolres Mura dan Kasatres Narkoba Kunker ke Mapolsek Terawas

Dirinya menilai jika tahun ini diperkirakan warga setempat akan mengalami banjir lebih panjang, sebab diawal penghujan saja desa tersebut sudah kebanjiran.

“Tahun 2015 kami mengalami banjir selama kurang lebih 5 bulan, dan tahun ini kami perkirakan akan lebih panjang lagi. Sebab, diawal musim penghujan saja, desa kami sudah banjir,” imbuhnya.

Untuk itu Balian menghimbau warganya untuk waspada serta mempersiapkan diri dalam menghadapi banjir yang terjadi. Selain itu, dirinya juga meminta Pemkab PALI agar membantu warganya dalam mengatasi kesulitan-kesulitan saat sedang banjir.

“Kami minta Pemkab melalui Dinas Sosial atau Dinkes untuk membuat Posko penanggulangan banjir. Gunanya, apabila ada warga yang sakit tidak usah repot-repot lagi membawanya ke Puskesmas, sebab ketika banjir, biasanya banyak warga yang mengeluh sakit diare atau gatal-gatal,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten PALI, Sumarwan mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait lainnya untuk menindaklanjuti naiknya debit air Sungai Lematang yang menggenangi ratusan rumah warga yang ada di Desa Curup.

Baca Juga :   Pemkab Muara Enim Peringati Malam Nuzulul Quran

“Kita sudah dapat laporan dari anggota Tagana Kecamatan Tanah Abang, bahwa di Desa Curup kena imbas dari meluapnya Sungai Lematang dan memang desa tersebut merupakan desa terendah dibandingkan desa-desa lainnya di Kecamatan Tanah Abang ini. Apabila, dalam dua atau tiga hari kedepan banjir tidak kunjung surut atau telah mengganggu aktivitas warga, maka kami akan rapatkan dengan dinas atau instansi terkait lainnya untuk mengambil langkah penanggulangan,” jelasnya. (ans)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Dua Desa di Muba Dilanda Bencana Banjir

Palembang, KoranSN Dua desa di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terendam banjir akibat hujan dengan intesitas …