Rebut Pistol Polisi, Bandar Sabu di Banyuasin Ditembak Mati







Kombes Pol Farman menunjukkan barang bukti. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Baharudin (38), bandar narkoba di Banyuasin, Kamis (30/8/2018) pukul 12.00 WIB tewas ditembak mati Timsus Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel.

Tersangka yang tercatat sebagai warga Jalan Desa Lalan Sembawa Banyuasin ini tewas ditembak, berawal saat polisi menangkap tersangka di Jalan Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang dengan barang bukti paket berisi 1 Kg sabu.

Kemudian polisi melakukan pemeriksaan kepada tersangka hingga dilakukan pengembangan dengan membawa tersangka ke kebun karet di Desa Mainan Sembawa Banyuasin.

Setiba di lokasi, tersangka mendorong anggota dan berusaha merebut senjata api milik polisi hingga anggota memberikan tindakan tegas terukur dengan menembakkan senjata api dua kali ke arah tersangka.

Akibatnya, tersangka tewas di lokasi kejadian setelah dua timah panas menembus dada depan tersangka.

Baca Juga :   Dua Jambret Istri Anggota DPRD PALI Ditangkap

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Farman mengatakan, tersangka Baharudin merupakan bandar sabu di Banyuasin yang sudah beroperasi sejak tahun 2017 lalu. Semua narkoba yang diedarkan oleh tersangka di sejumlah daerah di Sumsel termasuk di Palembang berasal dari Aceh.

Jenazah tersangka saat berada di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

“Penangkapan tersangka berdasarkan informasi masyarakat, yang kemudian kami tindak lanjuti dengan penyelidikan hingga tersangka dan barang bukti 1 Kg sabu diamankan di Jalan Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Saat diperiksa untuk dikembangkan, tersangka mengaku jika sabu tersebut pesanan seseorang di Desa Mainan Banyuasin lalu tersangka kami bawa untuk menunjukkan rumah si pemesan narkoba tersebut,” katanya.

Menurut Farman, saat tiba di Desa Mainan lalu tersangka menunjukkan sebuah pondok di tengah kebun karet yang kata tersangka merupakan rumah pemesanan narkoba.

Baca Juga :   Ibu Gantung Diri, Anak Tewas Tenggelam

Namun ternyata hal itu hanya modus tersangka untuk mengelabuhi polisi agar dapat kabur. Sebab, saat berada di kebun karet, tersangka langsung mendorong petugas dan berusaha merebut senjata api milik anggota.

“Melihat tersangka melakukan perlawanan, akibatnya anggota memberikan tindakan tegas terukur. Sehingga tersangka tewas di lokasi setelah dua peluru menambak dada tersangka. Setelah itu, jenazah tersangka dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang dan pagi tadi telah diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” ujarnya.

Masih dikatakan Farman, dari penangkapan tersangka selain mengamankan barang bukti sabu 1 Kg, pihaknya juga mengamankan kartu ATM dan bukti transfer uang senilai Rp 50 juta diduga uang transaksi narkoba.

“Selain itu, kami juga menyita handphone milik tersangka yang di dalamnya terdapat bukti SMS pemesanan narkoba. Untuk itulah saat ini kasusnya masih kami kembangkan untuk mengungkap tersangka lainnya,” tandasnya. (ded)







Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Riduan Bantah Terima Rp 7 Miliar, Siap Ajukan Justice Collaborator Bongkar Keterlibatan Pihak Lain dalam Dugaan Korupsi Internet Desa Dinas PMD Muba

Palembang, KoranSN Riduan salah satu tersangka dugaan korupsi pembuatan dan pengelolaan jaringan/instalasi komunikasi dan informasi …

error: Content is protected !!